![]() |
| Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahman Arsyad. |
TIDORE - Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahman Arsyad, menyoroti rencana pengelolaan Gedung Sentra Promosi Industri Kecil Menengah (IKM) di kawasan Pantai Tugulufa yang saat ini tengah dibahas oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Desperidakop).
Abdurrahman menegaskan, bahwa Desperidakop harus mempertimbangkan nilai pasar apabila pengelolaan gedung tersebut diserahkan kepada pihak ketiga.
Menurutnya, jika dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), maka nilai pasarnya harus benar-benar memberikan dampak signifikan.
“Kalau nilai pasarnya sama saja, lebih baik dikelola oleh pemerintah kota saja,” ujarnya, Jumat, 14 November 2025 kemarin.
Ia menjelaskan, sebelum diserahkan kepada pihak ketiga, dinas harus mengidentifikasi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang akan dipajang di Sentra IKM, termasuk kerajinan tangan dan produk khas daerah lainnya.
Setiap produk, katanya, perlu memiliki branding lokal agar pemetaan oleh-oleh khas Tidore menjadi lebih jelas.
Selain itu, ia menilai bahwa pengelolaan Sentra IKM membutuhkan perencanaan jangka panjang, terutama karena menyangkut kesiapan produk UMKM seperti hasil perikanan dan pertanian yang telah dikemas secara baik.
“Dinas Desperindakop harus bekerja ekstra, melihat masalah ini, jangan sampai salah langkah,” tegasnya.
Namun, Ia juga mendorong adanya instruksi Wali Kota kepada seluruh Organisasi Prangkat Daerah (OPD) maupun instansi vertikal yang berkunjung ke Tidore agar wajib mendatangi Sentra IKM.
Dengan begitu, produk UMKM yang dipamerkan bisa lebih dikenal dan dipromosikan ke berbagai daerah.
Meski begitu, dia berharap Sentra IKM dapat segera difungsikan, mengingat lokasinya yang strategis di tengah kota dan memiliki potensi besar menjadi etalase utama produk lokal Tidore.*
====
Penulis: Aidar Salasa
Editor : Tim Redaksi
