Lahan Garapan Diduga Diserobot PT HSM, Warga Kulo Jaya Blokir Jalan Hauling

Sebarkan:
Sejumlah warga pemilik lahan garapan asal Desa Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, memblokir akses jalan hauling PT Halmahera Sukses Mineral (HSM).
WEDA - Sejumlah warga pemilik lahan garapan asal Desa Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, memblokir akses jalan hauling PT Halmahera Sukses Mineral (HSM). Aksi pemblokiran di kilometer 27 tersebut melumpuhkan total aktivitas lalu lintas kendaraan operasional perusahaan tambang nickel tersebut.

Aksi nekad warga terpicu oleh dugaan penyerobotan lahan seluas 2.000 hektare oleh PT HSM. Meski disinyalir belum melunasi ganti rugi pembebasan lahan, pihak perusahaan diduga telah menggarap dan menggusur sekitar 1.000 hektare di antaranya untuk aktivitas pertambangan.

Perwakilan warga penggarap, JR, menyatakan pemblokiran jalan merupakan jalan terakhir. Langkah tegas ini diambil lantaran jalur diplomasi dan komunikasi dengan manajemen PT HSM tidak kunjung menemukan titik terang.

"Kami sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi, tetapi belum ada jawaban yang jelas. Ini terpaksa kami lakukan agar mereka mau duduk bersama," ujar JR saat dihubungi, Selasa (22/9/2026).

Senada dengan JR, penggarap lahan lainnya, MS, mengungkapkan bahwa kawasan yang diduga digusur secara sepihak itu telah dikelola warga sejak 2017. MS menuding polemik ganti rugi lahan ini kian berlarut akibat sikap Kepala Desa Kulo Jaya, Fadli Siradjuddin, yang dinilai pasif.

Menurut MS, pada 9 September lalu warga telah menggelar pertemuan resmi dengan Kepala Desa. Dalam rapat tersebut, warga mendesak pemerintah desa menerbitkan surat pernyataan pembayaran lahan untuk diteruskan ke manajemen perusahaan. Namun hingga kini, kesepakatan itu tak kunjung ditindaklanjuti.

“Kami kira surat pernyataan pembayaran lahan kemarin sudah ditindaklanjuti Kepala Desa ke perusahaan. Padahal sampai sekarang tidak ada. Karena itu kami memblokir jalan,” tegas MS.

Akibat pemblokiran ini, operasional armada PT HSM di jalur tersebut terpantau lumpuh total. Aparat keamanan setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk memediasi kedua belah pihak guna mencegah potensi bentrokan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi manajemen PT Halmahera Sukses Mineral (HSM) serta Kepala Desa Kulo Jaya, Fadli Siradjuddin, guna mendapatkan tanggapan atas tuntutan dan tudingan warga tersebut. (Dir)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini