PLTS Pulau Tiga Diresmikan, Warga Nusaela Sudah Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Sebarkan:
Peresmian secara simbolik oleh PLN UIW MMU bersama mitra kerja Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan perwakilan Pemerintah Selandia Baru. (Humas PLN)
AMBON - Proyek revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Tiga diresmikan pada Senin (13/5/2024) kemarin.

Peresmian ini dilakukan secara simbolik oleh PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama mitra kerja Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan perwakilan Pemerintah Selandia Baru.

PLTS yang direvitalisasi melalui program New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMates) ini berlokasi di Dusun Nusa Ela, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak atas kolaborasi apik hingga pada hari ini masyarakat di sekitar Pulau Tiga dapat menikmati listrik 24 jam.

“Upaya penyalaan listrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan ini akhirnya diresmikan, sehingga pada hari ini masyarakat di Pulau Tiga dapat menikmati energi listrik yang tentunya aman dan bersih,” ucap Awat, Senin.

Kata Awat, keberadaan PLTS Pulau Tiga ini secara signifikan akan mengurangi ketergantungan pada pengangkutan bahan bakar fosil ke daerah kepulauan yang tantangannya luar biasa, dan bisa berujung pada pembengkakan anggaran. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.

Melalui program NZMates ini, PLTS Pulau Tiga kembali dioperasikan dan menjadi satu-satunya sistem hibrida dari total 164 sistem di Maluku dan Maluku Utara, menggunakan teknologi canggih solar PV-Battery-Diesel Genset dilengkapi dengan pemantauan jarak jauh.

“Prinsipnya kami terus berupaya agar memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik. Jadi, kami berharap kehadiran listrik 24 jam ini tak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar saja, melainkan juga dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama dalam peningkatan perekonomian sesuai dengan potensi yang ada di Pulau Tiga ini,” harap Awat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Penasihat Pembangunan Kedutaan Besar Selandia Baru di Indonesia, Kirk Yates mengakui sebelum implementasi program NZMates, Duta Besar Selandia Baru telah melakukan kunjungan ke Pulau Tujuh pada 2018.

“Ini menunjukkan komitmen kami, untuk mendukung Indonesia mencapai target energi baru terbarukan dengan kerja sama ini,” aku Kirk.

Kirk juga mengapresiasi seluruh proses yang tak mudah ini, namun bisa dilewati dengan baik sehingga PLTS Pulau Tiga bisa kembali beroperasi.

Direktur Pendanaan Bilateral, Dr. Rd. Siliwanti, MPIA menyampaikan, percepatan transisi energi menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia. Transisi energi juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau dan bersih guna menjaga daya saing nasional dan mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih hijau.

“Dukungan yang ada serta peran aktif bapak dan ibu sekalian dapat membuat kita selangkah lebih dekat pada Visi Indonesia Emas 2045,” tutur Siliwanti.

Di Pulau Tiga, program NZMATES memberikan bantuan berupa perbaikan PLTS agar dapat kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik warga saat ini, serta pertumbuhan permintaan di masa depan yang dapat diandalkan untuk pendidikan, layanan sosial dan bisnis di pulau ini.

Selain itu, dia berharap pelaksanaan program NZMates di Maluku dapat membawa lessons learned dan direplikasikan di daerah lain.

“Alhamdulillah akhirnya Kami bisa menikmati listrik tanpa padam. Banyak aktivitas yang kami boleh lakukan sepanjang hari. Harapan kami dengan adanya listrik 24 jam bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Desa Nusaela ini,” ucap Kepala Dusun Nusa Ela, La Bua Rumau.* (red)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini