![]() |
| Ilustrasi Gempa Bumi. (Istimewa) |
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua Gempa tersebut berpusat di darat, masing-masing di wilayah Tobelo dan Sofifi.
Gempa pertama terjadi pukul 06.41.37 WIB dengan magnitudo 4,4. Episenternya berada di darat, sekitar 3 kilometer barat daya Halmahera Utara, pada koordinat 1,48° LU dan 127,88° BT, dengan kedalaman 9 kilometer. BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan.
Selang satu menit kemudian, pukul 06.42.37 WIB, gempa kedua mengguncang wilayah Sofifi, Maluku Utara, dengan magnitudo 4,5. Episenter terletak di darat, sekitar 15 kilometer utara Sofifi, pada koordinat 0,88° LU dan 127,66° BT, dengan kedalaman 9 kilometer. Jenisnya juga gempa dangkal akibat sesar aktif.
Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan akibat adanya aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut," ujar Tony dalam keterangan tertulisnya.
Getaran Terasa Nyata
Guncangan paling kuat dilaporkan terasa di Halmahera Utara dengan skala intensitas III MMI, di mana warga merasakan getaran nyata di dalam rumah seakan ada truk besar yang melintas.
Sementara itu, di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, getaran dirasakan dengan skala II MMI, yang ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga laporan ini disusun pada pukul 07.25 WIB, BMKG mencatat belum ada aktivitas gempa susulan (aftershock) dari kedua titik tersebut. Belum ada pula laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa dangkal ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi bencana. BMKG juga menekankan agar warga hanya memercayai informasi dari kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau situs resmi bmkg.go.id untuk menghindari simpang siur informasi.*
Getaran Terasa Nyata
Guncangan paling kuat dilaporkan terasa di Halmahera Utara dengan skala intensitas III MMI, di mana warga merasakan getaran nyata di dalam rumah seakan ada truk besar yang melintas.
Sementara itu, di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, getaran dirasakan dengan skala II MMI, yang ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga laporan ini disusun pada pukul 07.25 WIB, BMKG mencatat belum ada aktivitas gempa susulan (aftershock) dari kedua titik tersebut. Belum ada pula laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa dangkal ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi bencana. BMKG juga menekankan agar warga hanya memercayai informasi dari kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau situs resmi bmkg.go.id untuk menghindari simpang siur informasi.*
