![]() |
HALTIM - Kabupaten Halmahera Timur masuk dalam nominasi penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, mengikuti tahapan presentasi kepala daerah sebagai nominator penerima penghargaan tersebut, Rabu, 4 November 2026.
Dalam presentasi itu, Ubaid didampingi Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, para asisten, staf ahli bupati, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Joko Loleno Ridwan.
Masuknya Halmahera Timur dalam nominasi IGA 2026 tidak terlepas dari capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun ini. Halmahera Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan capaian indeks inovasi tertinggi di regional Nusa Tenggara–Maluku.
Dalam pemaparannya, Ubaid memperkenalkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Kampung Fayfiye sebagai inovasi non-digital dan Pepata Haltim sebagai inovasi berbasis digital.
Kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menghadirkan terobosan dan pendekatan baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah juga menempatkan inovasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Ubaid menegaskan, inovasi daerah tidak semata-mata untuk memenuhi indikator penilaian atau mengejar penghargaan. Menurut dia, inovasi merupakan kebutuhan dalam membangun pemerintahan yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa setiap inovasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Capaian masuk nominasi IGA 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus mengembangkan budaya inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap keikutsertaan dalam nominasi IGA 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Selain itu, pemerintah daerah menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui dua inovasi yang dipaparkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berupaya menunjukkan bahwa pengembangan inovasi tidak hanya menjadi bagian dari penilaian pemerintah pusat, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Ono)
