![]() |
Dialog berlangsung di Pangkalan Mobil Lintas Buli–Sofifi, Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Organda Buli, Sarden Bawang, menyampaikan sejumlah aspirasi. Di antaranya, permohonan fasilitasi pembangunan terminal yang lebih representatif, penertiban aktivitas penjemputan karyawan perusahaan, serta pengaturan operasional bus perusahaan yang menaikkan dan menurunkan penumpang di jalur keramaian Desa Buli.
Sarden mengatakan, keterbatasan fasilitas terminal saat ini menyulitkan para sopir dalam mengatur kendaraan, area parkir, serta aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang.
Selain persoalan fasilitas, Organda juga meminta adanya pengaturan yang jelas terhadap aktivitas transportasi perusahaan. Pengaturan tersebut dinilai penting agar seluruh sopir lintas memperoleh kesempatan yang adil dan tidak terjadi persaingan usaha yang tidak sehat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Halmahera Timur AKBP Rona Buha Tua Tambunan mengatakan, kepolisian akan berupaya menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan perusahaan-perusahaan terkait.
Menurut dia, persoalan yang disampaikan para sopir perlu dibahas bersama untuk menemukan solusi yang dapat diterima seluruh pihak.
Terkait kebutuhan terminal, Rona mengatakan akan mengomunikasikan kondisi dan keterbatasan fasilitas yang ada kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur.
Sementara mengenai aktivitas penjemputan karyawan, Kapolres mendorong pertemuan antara Organda dan pihak perusahaan agar dapat menghasilkan kesepakatan yang adil bagi seluruh pelaku transportasi.
Di hadapan para sopir, Rona juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara. Ia meminta para sopir melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta meningkatkan disiplin selama pelaksanaan Operasi Patuh.
Kapolres secara tegas mengimbau para sopir agar tidak mengonsumsi minuman keras sebelum maupun saat mengemudikan kendaraan.
Ia juga meminta para sopir tidak membawa atau mengangkut minuman keras dari daerah lain untuk masuk ke wilayah Halmahera Timur. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui dialog itu, Kapolres menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara kepolisian, Organda, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan.
Ia berharap setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka, sehingga dapat dibahas dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakapolres Halmahera Timur KOMPOL I Gede Arya Dharmika, Kasat Lantas, Kasi Propam, Kapolsek Maba, Kasi Humas, personel Polres Halmahera Timur, personel Polsek Maba, Ketua Organda, serta para sopir lintas.
Polres Halmahera Timur menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran kepolisian tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan menjadi jembatan komunikasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. (Ono)
