![]() |
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa efisiensi tersebut difokuskan pada enam pos pengeluaran rutin.
"Efisiensi yang dilakukan itu ada enam: pertama perjalanan dinas, kedua rapat-rapat, ketiga sosialisasi, keempat bimtek, dan kelima melakukan efisiensi makan-minum serta penggunaan BBM. Jadi enam hal ini yang dilakukan penghematan," ujar Ricky Chairul Richfat.
Meski angka penghematan tersebut dinilai masih jauh dari target ideal, Ricky menyebutkan bahwa dana sekitar Rp17 miliar hasil efisiensi itu sudah dapat dimanfaatkan secara produktif untuk pembangunan infrastruktur jalan.
"Dengan Rp17 miliar itu, kita sudah bisa membangun jalan kurang lebih sepanjang lima kilometer lebih. Ke depan kita akan melakukan lagi penyesuaian-penyesuaian efisiensi apabila dirasa masih ada ruang untuk melakukan efisiensi," tambahnya.
Kebijakan efisiensi APBD Haltim ini diarahkan secara khusus untuk mendanai sektor infrastruktur, terutama peningkatan belanja pada Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Selain Dinas PU, peningkatan belanja juga diprioritaskan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, seperti sektor pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, untuk OPD lainnya akan dilakukan penyesuaian lebih lanjut.
Terkait efisiensi Alat Tulis Kantor (ATK), Ricky mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut bahkan sudah diterapkan sejak tahun 2026. Pada tahun 2026, pagu anggaran ATK untuk seluruh OPD dibatasi hanya sekitar Rp15 juta.
"Kalau kita turunkan lagi akan banyak yang terkena. Makanya ya kita efisiensi lagi yang lain yang masih tinggi, misalkan perjalanan dinas dan BBM," pungkasnya. (Ono)
