![]() |
| Sapanduk tuntutan massa aksi. (Ono) |
Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi massa di pos jaga perusahaan. Para pemuda menyoroti proses perekrutan tenaga kerja oleh PT Tandra Daya Jaya (TDJ) selaku subkontraktor PT ANI, yang dinilai belum memberikan porsi optimal bagi tenaga kerja lokal, khususnya warga di wilayah Ring 1.
Ketua Karang Taruna Jiko Mobon, Wahab Wonim, menyampaikan bahwa sebagian besar lamaran kerja dari pemuda setempat telah diajukan sejak November 2025, namun hingga kini belum memperoleh kepastian penempatan.
Ia berharap perusahaan dapat meningkatkan proporsi tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen ke depan. Karang Taruna mengusulkan agar minimal 40 persen kebutuhan tenaga kerja dapat diisi oleh warga setempat, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT ANI, Amin Bahrun, hadir menemui perwakilan pemuda dan menyatakan bahwa masukan yang disampaikan akan menjadi perhatian manajemen.
Ia menyampaikan komitmen perusahaan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal sepanjang kualifikasi yang dibutuhkan dapat dipenuhi. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan para subkontraktor, termasuk PT TDJ, PT AMIN, PT SNI, dan PT PIM, agar proses rekrutmen memperhatikan ketersediaan tenaga kerja di wilayah sekitar.
Sebagai tindak lanjut, pihak perusahaan menyatakan akan melakukan pendataan ulang terhadap pelamar lokal yang telah memasukkan berkas, serta membuka ruang komunikasi bersama unsur pemuda guna memastikan proses berjalan transparan.
Kegiatan penyampaian aspirasi tersebut berakhir dengan tertib, dengan pengawalan aparat Polsek Maba Selatan.
====
Penulis: Wahono Side
Editor : Tim Redaksi
