Kapolda Malut Didesak Usut Dugaan Pembunuhan di Banemo

Sebarkan:
Ketua FM Merah Putih M. Agung Halid
WEDA – Tragedi dugaan pembunuhan di area perkebunan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, memicu desakan luas terhadap aparat penegak hukum. Kasus ini dinilai bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan teror yang melumpuhkan sendi ekonomi dan psikologis warga setempat.

Ketua FM Merah Putih, M. Agung Halid, menegaskan bahwa masyarakat menuntut Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara tidak sekadar memberikan pernyataan normatif, melainkan segera mengungkap aktor di balik peristiwa tersebut.

"Tragedi ini memicu gelombang kemarahan sekaligus trauma mendalam. Warga menuntut kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas peristiwa di kebun warga Banemo ini," ujar Agung, Senin (6/4).

Area perkebunan yang seharusnya menjadi sumber penghidupan kini berubah menjadi zona mencekam. Dampak dari peristiwa ini mulai dirasakan secara sistemik oleh penduduk desa dintaranya:

• Lumpuhnya Aktivitas Produksi: Mayoritas warga Desa Banemo adalah petani pala dan kelapa. Kini, mereka memilih bertahan di rumah karena khawatir akan keselamatan nyawa.
• Ancaman Krisis Pangan & Pendapatan: Komoditas ekspor seperti pala terbengkalai. Jika aktivitas berkebun terhenti total, daya beli masyarakat dipastikan merosot tajam dalam waktu dekat.
• Gangguan Keamanan di Laut dan Darat: Rasa tidak aman meluas, membatasi ruang gerak warga dalam mencari nafkah.

Desakan Transparansi dan Jaminan Keamanan

Senada dengan Agung, tokoh masyarakat Banemo, Rahmat, menekankan bahwa kehadiran negara melalui aparat keamanan sangat dinantikan. Menurutnya, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) saja tidak cukup tanpa ada kepastian keamanan jangka panjang bagi petani.

"Kami meminta aparat keamanan menjamin keselamatan kami saat bekerja. Jangan sampai petani takut menginjakkan kaki di tanah mereka sendiri," tegas Rahmat.

Masyarakat mendesak agar motif dan pelaku dugaan pembunuhan segera diungkap secara transparan. Penangkapan pelaku dianggap sebagai kunci utama untuk memulihkan stabilitas keamanan dan menggerakkan kembali roda ekonomi Desa Banemo yang saat ini terhenti akibat teror.

Tanpa langkah konkret dan cepat dari Polda Maluku Utara, kekhawatiran warga akan terus meningkat, mengingat kebun adalah satu-satunya tumpuan hidup yang mereka miliki.

====
Penulis: Takdir Talib
Editor   : Tim Redaksi
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini