![]() |
Mengusung tema "Penguatan Peran Pondok Pesantren dalam Membentuk Santri Berkarakter, Memperkuat Nilai Kebangsaan, serta Mendukung Kondusivitas Kamtibmas Menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI", acara ini mempertegas peran strategis pesantren. Lembaga ini tidak hanya mencetak generasi yang paham ilmu agama, tetapi juga membentuk santri berakhlak mulia, cinta tanah air, dan peduli pada keamanan bangsa.
Pendiri Pondok Pesantren Salman Al Farisi, H. Ridwan Ilyas, menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan saat ini menuntut pesantren untuk aktif menyiapkan generasi muda yang berpegang teguh pada nilai Islam sekaligus memiliki rasa nasionalisme yang kuat.
"Santri harus menjadi teladan dalam akhlak, menjaga ukhuwah Islamiyah, menghargai keberagaman, bijak bermedia sosial, serta bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Ridwan.
Selama kegiatan, para santri dibekali materi seputar pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, pencegahan hoaks, hingga pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat.
Sebagai puncak acara, pimpinan pesantren, para ustaz, ustazah, dan perwakilan santri bersama-sama membacakan Deklarasi Damai.
Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen nyata seluruh elemen pesantren dalam:
• Menolak segala bentuk provokasi.
• Menangkal penyebaran hoaks dan berita bohong.
• Memperkuat toleransi antarwarga.
• Mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Halmahera Tengah sebelum, saat, hingga sesudah peringatan HUT ke-81 RI.*
