Janji Ganti Rugi Rp8 Juta per Bulan Menguap, Warga Obi Desak PT IMS Bertanggung Jawab

Sebarkan:
Lahan warga. (Istimewa)
HALSEL - Harapan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, untuk merawat tanah warisan leluhur terancam kandas. Sengketa lahan dengan PT Intim Mining Sentosa (IMS) tak lagi sebatas persoalan ganti rugi, melainkan ancaman nyata terhadap ruang hidup petani lokal.

Ratusan pohon cengkeh dan pala yang menjadi tumpuan ekonomi warga sejak 2008 rata dengan tanah tergilas pembangunan infrastruktur tambang.

Konflik yang memanas sejak Juni 2026 ini menyisakan trauma mendalam bagi warga. Johan Konop, salah satu pemilik lahan, mengaku kebun seluas satu hektar miliknya diduga diserobot tanpa persetujuan demi pembangunan kamp perusahaan.

Penyerobotan itu terungkap saat Johan mengecek kebunnya. Awalnya, pihak perusahaan mengklaim hanya membuat jalan setapak menuju hutan. Namun, tiga hari kemudian, Johan mendapati ratusan pohon cengkeh dan pala miliknya telah rata dengan tanah.

"Saya tanya mereka mau bikin apa, dijawab cuma jalan setapak. Pas saya naik ke kebun, sekitar 100 pohon cengkeh dan pala sudah dibabat habis. Saya cuma bisa diam, tidak tahu harus buat apa lagi," kata Johan dengan nada lirih.

Upaya mediasi sempat dilakukan. Johan berkomunikasi dengan perwakilan manajemen perusahaan, Aris Pro Widyanto (Pak Aris). Kesepakatan lisan sempat tercapai: perusahaan berjanji membayar ganti rugi sewa lahan sebesar Rp8 juta per bulan. Namun hingga kini, janji tersebut menguap. Saat ditagih, manajemen perusahaan saling melempar tanggung jawab.

Ironi tak berhenti di situ. Saat Johan membersihkan sisa lahan miliknya untuk menanam bibit kelapa baru, PT IMS justru melaporkannya ke Polsek Laiwui dengan tuduhan pembakaran dan pengrusakan hutan.

Desakan kini ditujukan kepada pemerintah daerah. Johan meminta Pemerintah Kabupaten dan DPRD Halmahera Selatan segera memanggil pihak PT IMS untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa dan mendesak perusahaan melunasi ganti rugi sesuai kesepakatan.

Hingga berita ini diturunkan, Kabarhalmahera belum berhasil mengonfirmasi manajemen PT Intim Mining Sentosa (IMS) serta Aris Pro Widyanto. (Zul/Red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini