![]() |
Pembangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Kehadiran dua jembatan tersebut diharapkan semakin memperlancar konektivitas dari wilayah Bobong menuju sejumlah desa di Taliabu Barat Laut.
Pelaksana lapangan, Awal, mengatakan pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir atau finishing. Di antaranya pengaspalan oprit jembatan dan pembangunan bronjong.
“Pekerjaan yang tersisa sekitar lima persen. Kami terus memacu percepatan di lapangan agar dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis,” kata Awal, Sabtu (8/8).
Menurutnya, secara keseluruhan pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, dari sisi target fisik, pihak pelaksana optimistis sisa pekerjaan tersebut dapat dituntaskan paling lambat dalam dua minggu apabila seluruh kebutuhan material dan mobilisasi berjalan lancar.
Awal menegaskan, keberadaan Jembatan Kasango dan Jembatan Beringin memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain memangkas waktu tempuh, infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Taliabu Barat Laut.
“Jembatan ini sangat vital untuk memangkas waktu tempuh masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal,” tuyurnya.
Meski progres pembangunan telah mencapai 95 persen, pelaksana masih berharap adanya percepatan terkait regulasi material Galian C. Menurut Awal, kelancaran persoalan tersebut penting agar pekerjaan paket Inpres Jalan Daerah (IJD) yang ditangani Balai dapat berjalan maksimal.
“Hanya regulasi terkait Galian C yang perlu dipercepat agar paket IJD Balai bisa lancar, karena paket lanjutan akan segera dimulai,” ujarnya.
Dengan selesainya Jembatan Kasango dan Beringin, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada jembatan darurat yang rentan mengalami kerusakan, terutama saat musim penghujan.
Infrastruktur tersebut juga diharapkan memastikan jalur transportasi dan distribusi logistik masyarakat tetap berjalan lebih aman dan lancar sepanjang tahun, sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi desa-desa di Taliabu Barat Laut. (*)
