![]() |
General Manager PLN Unit UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan peningkatan layanan tersebut merupakan wujud komitmen PLN untuk menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan mendorong pertumbuhan masyarakat.
“Hadirnya listrik 24 jam di Kilmury membawa lebih dari sekadar terang. Energi ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk semakin produktif, bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih leluasa, bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, serta bagi pelayanan publik untuk semakin optimal. Kami ingin setiap energi yang kami hadirkan benar-benar mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Dony.
Peningkatan layanan tersebut ditandai melalui kegiatan Penyalaan 24 Jam KP Kilmury yang dipusatkan di Desa Ta’a, Kecamatan Kilmury. Momentum tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan wilayah Kilmury.
Manager PLN UP3 Masohi, I Made Indra Wijaya, menyampaikan bahwa peningkatan layanan menjadi 24 jam diharapkan menjadi penggerak bagi tumbuhnya berbagai aktivitas produktif masyarakat.
“Penyalaan ini bukan sekadar peningkatan jam layanan, tetapi tentang bagaimana listrik dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat. Dengan energi yang tersedia sepanjang hari, kami berharap semakin banyak aktivitas produktif yang tumbuh, mulai dari kegiatan usaha, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat yang pada akhirnya turut mendorong perekonomian dan kesejahteraan Kilmury,” kata Indra.
Sementara itu, Camat Kilmury, Ahmad Muges, menyampaikan apresiasi atas peningkatan pelayanan kelistrikan yang dihadirkan PLN. Menurutnya, listrik 24 jam menjadi dukungan penting bagi masyarakat untuk terus berkembang.
“Kami menyambut dengan penuh syukur hadirnya listrik 24 jam di Kilmury. Ini menjadi hal yang sangat berarti bagi masyarakat kami. Dengan listrik yang tersedia sepanjang hari, kegiatan pendidikan, pelayanan pemerintahan, aktivitas sosial, hingga usaha masyarakat dapat berjalan semakin baik. Kami mengapresiasi PLN atas upaya dan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kilmury,” ujar Ahmad.
Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala desa dari Desa Ta’a, Undur, Kumelang, Afang Kota, Afang Defol, Nekan, Kilbon Kway, Selor, Missing, Tum, dan Gusalaut, bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tokoh agama. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan sekaligus optimisme terhadap manfaat yang dapat tumbuh dari hadirnya listrik 24 jam.
Bagi masyarakat Kilmury, tersedianya energi sepanjang hari membuka ruang yang semakin luas untuk mengembangkan usaha dan kegiatan ekonomi lokal. Listrik juga mendukung kegiatan belajar dan pemanfaatan teknologi, sekaligus memperkuat berbagai aktivitas pelayanan publik dan sosial kemasyarakatan.
PLN turut mengajak masyarakat untuk menggunakan listrik secara aman, bijak, dan produktif, serta bersama-sama menjaga fasilitas kelistrikan agar keandalan layanan dan manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.
Di tengah karakteristik geografis Maluku dan Maluku Utara yang tersebar dalam gugusan kepulauan, PLN terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas manfaat energi bagi masyarakat. Terang 24 jam di Kilmury kini menjadi awal bagi hadirnya lebih banyak peluang, menggerakkan produktivitas, menumbuhkan ekonomi lokal, dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.*
