PLN UIW MMU Perkuat Akses Pendidikan di Wilayah 3T Maluku

Sebarkan:
AMBON - Keterbatasan geografis di wilayah kepulauan masih menjadi tantangan dalam pemerataan pendidikan. Menjawab kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), berkolaborasi dengan Gema Pemoeda menghadirkan program penguatan pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Maluku, mulai dari peningkatan kemampuan dasar anak hingga penguatan kapasitas digital tenaga pendidik.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan keberadaan PLN di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menghadirkan akses energi, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.

“Bagi kami, menghadirkan energi juga berarti membuka kesempatan. Kami ingin anak-anak di wilayah kepulauan memiliki ruang yang sama untuk belajar dan berkembang, sementara para guru semakin berdaya dalam mendukung proses pendidikan. Inilah manfaat yang ingin terus kami hadirkan bersama masyarakat,” ujar Dony.

Di Negeri Rumalusi, Kabupaten Seram Bagian Timur, program diwujudkan melalui kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak. Sebanyak 40 siswa mendapatkan pendampingan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) melalui metode pembelajaran interaktif.

Pendekatan tersebut mendorong anak-anak lebih aktif dan antusias sekaligus memperkuat kemampuan dasar mereka sebagai bekal dalam melanjutkan pendidikan.

Kepala Sekolah di Negeri Rumalusi, Bernadetha Rina Kolatlena, S.Pd., Gr., mengapresiasi program tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi anak-anak.

“Anak-anak sangat antusias karena mereka diajak belajar dengan cara yang menyenangkan. Kami melihat mereka lebih aktif dan berani terlibat selama kegiatan berlangsung. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak,” ujar Bernadetha.

Sementara itu, di Desa Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur, program difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Sebanyak 10 guru mengikuti workshop pemanfaatan perangkat digital, mulai dari pengoperasian laptop hingga penggunaan aplikasi untuk menunjang pembelajaran dan administrasi sekolah.

Dukungan sarana pembelajaran dan pengembangan website sekolah turut diberikan untuk memperluas akses informasi serta mendorong pengelolaan pendidikan yang lebih adaptif.

Intervensi di kedua lokasi disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. Di Rumalusi, penguatan diarahkan pada kemampuan dasar dan pengalaman belajar anak, sedangkan di Teor, peningkatan kapasitas guru menjadi fokus agar teknologi dapat semakin optimal dimanfaatkan dalam proses pendidikan.

Dony menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada bantuan fasilitas, tetapi terus berkembang melalui peningkatan kemampuan penerima manfaat.

“Kami berharap yang tertinggal dari program ini bukan hanya fasilitas, tetapi kemampuan. Ketika anak semakin percaya diri untuk belajar dan guru semakin mandiri memanfaatkan teknologi, manfaatnya dapat terus berkembang dan dirasakan lebih luas oleh sekolah maupun masyarakat,” tambah Dony.

Program tersebut diawali dengan pemetaan kebutuhan dan tantangan pendidikan melalui Focus Group Discussion di Ambon untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

Melalui program TJSL, PLN UIW MMU terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku. Dari ruang belajar anak-anak di Rumalusi hingga peningkatan kemampuan digital para guru di Teor, program ini diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah 3T untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan membangun masa depan yang lebih baik.*l

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini