Sekda Haltim Dorong Penguatan SDM dan Pelestarian Budaya Lokal

Sebarkan:
Sekda Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat
HALTIM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pelestarian budaya lokal sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurut dia, pendidikan dan penguatan karakter menjadi kunci menyiapkan generasi muda yang mampu memimpin Halmahera Timur di masa depan.

Hal itu disampaikan Ricky saat memberikan sambutan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Halmahera Timur di Gedung Gereja Maulango, Desa Buli Asal, Sailal, Senin, 2 November 2026.

Ricky mengatakan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus berupaya membangun kualitas SDM melalui sektor pendidikan. Investasi pendidikan, kata dia, merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda agar memiliki kapasitas dan kompetensi dalam mengisi berbagai posisi kepemimpinan.

“Semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang tinggi, sehingga mampu berkontribusi dalam birokrasi, pembangunan, dan berbagai sektor strategis lainnya,” kata Ricky.

Ia mendorong generasi muda yang sedang menempuh pendidikan agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak kehilangan semangat setelah menyelesaikan studi. Pendidikan, menurut dia, harus menjadi modal untuk berkarya sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Namun, Ricky mengingatkan bahwa pembangunan SDM tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Pelestarian budaya lokal juga perlu menjadi perhatian dalam membentuk karakter generasi muda.

Anak-anak dan kaum muda, kata dia, perlu mendapat pendampingan agar tetap mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai budaya daerah di tengah derasnya perkembangan zaman.

Ricky mengingatkan, lemahnya pengenalan terhadap budaya lokal berpotensi membuat generasi muda lebih mudah menerima pengaruh luar yang tidak sejalan dengan norma agama dan nilai-nilai masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, ia juga menyinggung persoalan sosial yang melibatkan generasi muda, termasuk kasus-kasus yang berujung pada proses hukum.

“Saya mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, pendeta, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter serta sosialisasi program yang mendukung pelestarian budaya lokal,” ujarnya.

Menurut Ricky, pencegahan persoalan sosial tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut perlu ditopang pembinaan keluarga, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia berharap Konfercab PIKI Halmahera Timur menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi intelektual, pemerintah daerah, dan tokoh agama dalam menyiapkan SDM berkualitas sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat.

“Dengan sinergi tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas yang mampu membawa Halmahera Timur menuju masa depan yang lebih baik,” tandas Ricky.*
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini