![]() |
| Sekretaris Daerah kota Tidore Kepulauan H. Ismail Dukomalamo mengumpulkan Donasi dari pegawai di Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. |
Instruksi tegas datang langsung dari Wali Kota Tidore Kepulauan: galang dana, bantu saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Seruan kemanusiaan itu langsung direspons seluruh jajaran pemerintah.
Dipimpin Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Tidore, para Asisten, Staf Ahli, dan pimpinan OPD, penggalangan dana berlangsung hanya dalam hitungan menit. Namun kekuatannya luar biasa: Rp120.020.000 terkumpul dalam waktu sekitar 10 menit—sebuah bukti betapa dalam empati warga Tidore.
Dan arus kepedulian itu tak berhenti. Sumbangan tambahan dari berbagai kalangan mengalir deras, mencapai Rp47.703.000. Total sementara: Rp167.723.000. Bukan sekadar angka—tetapi pesan bahwa Tidore hadir untuk Indonesia.
“Duka Aceh dan Sumatera adalah duka kita. Apa yang kita lakukan hari ini semoga bernilai ibadah dan diridhoi Allah SWT,” ujar Ismail dengan suara bergetar, mengajak ASN, PPPK, dan Non-ASN untuk terus menyumbang. “Sedikit bantuan dari kita, bisa jadi harapan besar bagi mereka.”.
Tak hanya uang, bantuan pakaian layak pakai juga dibuka bekerja sama dengan JNE Tidore. Masyarakat diminta menyumbang pakaian layak pakai, bukan pakaian tak layak, yang dipacking per 10 kilogram dan dikirim ke kantor JNE di Kelurahan Indonesiana.
“Setiap OPD agar dapat berperan. Mari kirim pakaian terbaik yang masih pantas digunakan. Ini tentang kemanusiaan, bukan sekadar formalitas,” tegas Ismail.
Gelombang solidaritas masih terus membesar. Dari ASN hingga Non-ASN, dari Tim Penggerak PKK hingga anak-anak sekolah, bahkan masyarakat umum—semuanya bergerak dalam satu suara: Tidore tidak tinggal diam. Indonesia adalah keluarga besar.*
====
Penulis: Aidar Salasa
Editor : Tim Redaksi
