![]() |
| Ketua Komisi II DPRD Halteng, Lukman Esa, saat di wawancarai. (Dir) |
WEDA - Ketua Komisi II DPRD Halmahera Tengah, Lukman Esa, mendesak Pemerintah Daerah melalui Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (ESDA) menertibkan distribusi serta pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran.
Menurut Lukman, kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar yang dialokasikan oleh BPH Migas dinilai belum sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Yang ingin kami tertibkan adalah pemanfaatan BBM bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pembagian kuotanya juga harus merata di seluruh kecamatan di Halmahera Tengah,” kata Lukman kepada wartawan, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia meminta ESDA memanggil seluruh pengelola SPBU agar aktif mengajukan permintaan BBM subsidi, baik Bio Solar maupun Pertalite, sehingga distribusinya dapat menjangkau seluruh masyarakat di Halmahera Tengah.
Menurut dia, BBM bersubsidi seharusnya diprioritaskan bagi kelompok masyarakat seperti nelayan dan petani.
Lukman menilai pelayanan distribusi BBM subsidi saat ini belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komisi II DPRD Halteng, kata dia, menemukan adanya ketimpangan pembagian kuota subsidi di sejumlah wilayah.
“Pada 2025 sampai sekarang, wilayah Kota Weda mendapat 20 kiloliter, sementara Gebe mencapai 45 kiloliter. Ini yang ingin kami tertibkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada 2026 DPRD bersama ESDA akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi kuota BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.
Menurut Lukman, sejumlah SPBU disebut tidak memperoleh pasokan BBM subsidi karena tidak mengajukan permintaan, termasuk PT Potons Inti Jaya.
“Pihak SPBU menyampaikan ada yang tidak mendapat pasokan karena tidak melakukan permintaan. Jadi distribusi BBM subsidi memang bergantung pada pengajuan dari SPBU,” katanya.
Adapun kuota BBM bersubsidi untuk Halmahera Tengah pada 2026 yang dialokasikan BPH Migas terdiri atas Bio Solar sebanyak 214 kiloliter, minyak tanah 2.478 kiloliter, dan Pertalite 2.174 kiloliter.
Lukman meminta Pemerintah Daerah melalui ESDA menyampaikan data kebutuhan BBM Halteng secara akurat kepada Pertamina agar kuota yang diberikan BPH Migas dapat tersalurkan secara optimal.
Ia berharap distribusi BBM subsidi dapat menjangkau seluruh wilayah di Halmahera Tengah guna memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama nelayan dan petani. (Dir/Red)
