![]() |
| Pekerjaan Proyek Jalan Hotmix menuju RSUD Weda. (Dir) |
Penghentian itu dipimpin langsung oleh anggota DPRD Halmahera Tengah, Usman Tigedo. Ia menilai kualitas pekerjaan di lapangan tidak memenuhi standar teknis.
Peristiwa ini terjadi ketika Usman mendatangi lokasi proyek setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai kondisi pekerjaan. Ruas jalan tersebut diketahui menjadi akses penting menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda.
Usman Tigedo yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Perindo Halmahera Tengah tampak menunjukkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan. Ia menilai proses pengaspalan dilakukan tanpa pengawasan yang memadai dari instansi teknis, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Tengah.
"Ini bukan sekadar jalan, ini akses vital menuju fasilitas kesehatan. Bagaimana bisa kualitas pengerjaannya seperti ini? Tanpa pengawasan, kontraktor bekerja seenaknya. Saya minta pekerjaan ini dihentikan sementara sampai ada evaluasi menyeluruh," tegasnya.
Dari kondisi di lapangan, material hotmix yang dihamparkan dinilai tidak sesuai dengan kualifikasi teknis pekerjaan jalan. Proses pengerjaannya juga terlihat tidak rapi sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap daya tahan jalan jika proyek dilanjutkan tanpa perbaikan.
Menurut Usman, proyek infrastruktur yang dibiayai dari anggaran daerah harus dikerjakan sesuai standar karena sumber dananya berasal dari pajak masyarakat.
"Ketidakhadiran pengawas dari Dinas PUPR di lapangan adalah bentuk kelalaian fatal. Jangan salahkan kami di DPRD jika nanti kami memanggil pihak dinas untuk meminta pertanggungjawaban atas proyek 'ecek-ecek' ini. Kami menuntut standar kualitas yang layak, bukan sekadar menggugurkan kewajiban," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan pengawas teknis dari dinas sangat penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi kontrak. Tanpa pengawasan tersebut, kontraktor berpotensi bekerja tanpa kontrol yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Halmahera Tengah untuk meminta penjelasan terkait penghentian pekerjaan tersebut, termasuk nilai pagu anggaran proyek serta perusahaan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah agar proyek jalan menuju RSUD Weda itu dapat dievaluasi dan dilanjutkan dengan kualitas yang sesuai standar pembangunan infrastruktur di Halmahera Tengah.
====
Penulis: Takdir Talib
Editor : Tim Redaksi
