Warga Minta Polisi Tingkatkan Keamanan dan Usut Tuntas Teror di Dusun Lakoda

Sebarkan:
Tanaman Pala milik warga di tebang oleh OTK pada peristiwa teror di dusun Lakoda Haltim. (Ono)
HALTIM - Warga Dusun Lakoda, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, mendesak aparat kepolisian segera mengusut dugaan aksi teror dan pencurian yang dialami sebuah keluarga petani pada Rabu, 4 Maret 2026.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut sekaligus menyelidiki identitas para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari 10 orang.

Peristiwa itu dialami Rio, seorang petani yang tinggal di kawasan tersebut. Ia mengaku berhadapan langsung dengan sekelompok orang tak dikenal (OTK) berjumlah sepuluh orang di area kebunnya sekitar pukul 07.20 WIT.

Merasa situasi tidak aman, Rio segera membawa istri dan anaknya menjauh dari lokasi menuju arah pantai untuk menyelamatkan diri.

“ Saat itu saya sempat bertatap dengan mereka. Karena keselamatan anak dan istri terancam, saya langsung bawa mereka lari,” kata Rio.

Setelah situasi dinilai aman, Rio bersama sejumlah warga kembali ke lokasi. Mereka mendapati rumah dalam kondisi berantakan. Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya uang tunai sekitar Rp1 juta dan satu slop rokok merek Filasta.

Selain dugaan pencurian, beberapa tanaman di kebun korban juga ditemukan dalam kondisi rusak. Sejumlah pohon pala dan pisang dilaporkan ditebang oleh pihak yang diduga sebagai pelaku.

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar merasa khawatir terhadap keamanan di wilayah kebun mereka. Rio mengatakan masyarakat hanya ingin dapat kembali beraktivitas dengan tenang.

“Ini kebun kami, ini hutan kami. Kami merasa terancam, jadi kami ingin memastikan hutan kami aman kembali agar bisa berkebun dengan tenang,” ujarnya.

Ia juga berharap langkah penanganan dapat dilakukan secara bersama dengan pendampingan aparat agar situasi tetap kondusif.

Rio meminta pemerintah daerah dan kepolisian segera mengambil langkah untuk menelusuri identitas para pelaku, termasuk memastikan apakah mereka berasal dari wilayah pedalaman atau pihak lain yang sengaja memanfaatkan situasi untuk menimbulkan keresahan.

“Ekonomi kami bergantung pada pertanian. Kami hanya butuh rasa aman dan kedamaian untuk bekerja,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian warga di Kecamatan Maba Selatan masih meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari aparat penegak hukum.

====
Penulis: Wahono Side
Editor   : Tim Redaksi
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini