![]() |
| Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat. |
HALTIM - Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur tengah melakukan penataan terhadap ribuan tenaga honorer di berbagai instansi, dengan fokus pada kejelasan status, penempatan, dan skema pembayaran.
Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat, menyebut evaluasi difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Untuk tenaga guru, Pemkab mempertimbangkan skema pembayaran berbasis jam mengajar yang memungkinkan pembiayaan melalui dana pusat.
“Saat ini sudah ada tunjangan berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Kami sedang mengkaji apakah skema ini bisa dioptimalkan,” ujar Ricky, Kamis (30/4/2026).
Sementara di sektor kesehatan, tenaga medis honorer direncanakan akan dialihkan ke Rumah Sakit Pratama Wasileo guna mengisi kekurangan tenaga.
Adapun tenaga honorer lainnya seperti Satpol PP, sopir, dan tenaga teknis, secara administratif tidak mengalami kendala. Namun pembayaran gaji masih menunggu penetapan kebijakan secara menyeluruh.
“Anggaran sudah tersedia di BPKAD. Kami hanya ingin memastikan formulanya adil dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” katanya.
Pemkab memastikan hak-hak honorer akan segera dibayarkan setelah seluruh koordinasi lintas instansi rampung.*
====
Penulis: W. Side
Editor : Tim Redaksi
“Anggaran sudah tersedia di BPKAD. Kami hanya ingin memastikan formulanya adil dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” katanya.
Pemkab memastikan hak-hak honorer akan segera dibayarkan setelah seluruh koordinasi lintas instansi rampung.*
====
Penulis: W. Side
Editor : Tim Redaksi
