![]() |
Selain memantau sejumlah titik terdampak, Ubaid menggelar pertemuan dengan warga, pemerintah desa, serta sejumlah pemangku kepentingan guna membahas langkah lanjutan penanganan banjir dan upaya mitigasi jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyepakati perlunya kajian teknis yang melibatkan masyarakat sebelum menetapkan langkah penanganan permanen.
“Karena ini menyangkut aspek teknis, setelah kunjungan ini saya akan memanggil dinas-dinas terkait untuk membahas langkah lanjutan yang paling tepat,” kata Ubaid.
Ia juga meminta dukungan dari pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, khususnya PT Kirana dan PT Taiwi, untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya penanganan banjir.
Menurut Ubaid, kedua perusahaan itu diminta menghentikan sementara aktivitas penebangan kayu dalam radius satu kilometer dari kawasan permukiman warga.
“Mereka masih dapat beraktivitas di luar batas yang telah disepakati. Permintaan ini sudah kami sampaikan dan disetujui dalam pertemuan bersama warga,” ujarnya.
Ubaid mengatakan tim teknis akan lebih dulu melakukan survei lapangan dan pemetaan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu banjir. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan yang lebih komprehensif.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai karena sebagian kewenangan berada pada mereka. Penanganan lanjutan ini bersifat mendesak dan strategis sehingga harus segera dilakukan,” katanya.
Sejumlah opsi penanganan yang sedang disiapkan pemerintah daerah antara lain pembangunan kanal baru, pintu air untuk mengendalikan debit air, pembangunan gorong-gorong, serta jembatan penghubung di lokasi terdampak. Selain itu, pemasangan bronjong juga akan dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai rawan longsor.
Usai meninjau lokasi tanggap darurat di Desa Dorolamo, Ubaid bersama rombongan melanjutkan pemantauan ke fasilitas pendidikan, yakni SD dan SMP di Desa Martana Jaya yang turut terdampak banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala BPBD Halmahera Timur Darso Gajal, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat Maba Tengah, kepala desa setempat, serta perwakilan manajemen PT Kirana.* (Ono)
