![]() |
| Lokasi limba Ban bekas yang terbakar. |
Kebakaran itu menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari sekitar lokasi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena titik kebakaran disebut berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar, lokasi kebakaran berada di sekitar Jalan Woemnya, belakang Seng Biru, Desa Lelilef. Jarak antara titik kebakaran dan sejumlah rumah kos warga diperkirakan hanya sekitar 50 meter.
Warga meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas. Mereka juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta manajemen PT IWIP mengevaluasi penanganan material yang diduga menjadi sumber kebakaran.
Selain ancaman meluasnya api, warga menyoroti dampak asap terhadap kualitas udara di sekitar lokasi. Mereka khawatir asap dari material yang diduga berupa ban bekas itu dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Sejumlah warga juga menyampaikan kekhawatiran tersebut melalui media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Facebook bernama Oktaviana Kristin Takuling pada Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam unggahan tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah segera memanggil dan mengevaluasi PT IWIP terkait dugaan penanganan limbah yang dinilai tidak memadai.
“Polusi yang disebabkan oleh terbakarnya berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar,” demikian salah satu seruan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Halmahera Tengah, Hasan Suleman, mengatakan pihaknya masih berada di lokasi bersama sejumlah pihak terkait untuk melakukan penanganan dan investigasi.
“Untuk sementara ini kami masih berada di lokasi bersama teman-teman. Nanti setelah kembali kami infokan sebab saat ini pihak-pihak terkait masih melakukan investigasi,” kata Hasan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Manager External Relations PT IWIP, Lukman Hakim, mengatakan perusahaan langsung mengerahkan tim tanggap darurat setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.
Menurut dia, hingga saat ini perusahaan telah mengerahkan tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran dan sekitar 40 personel untuk melakukan pemadaman serta pengendalian api.
“Hingga saat ini, sebanyak tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran serta sekitar 40 personel telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran,” kata Lukman.
Selain melakukan pemadaman, kata dia, perusahaan juga mengerahkan alat berat untuk mengisolasi dan memisahkan material yang belum terbakar guna mencegah api meluas.
PT IWIP memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lukman mengatakan perusahaan memahami kekhawatiran masyarakat terkait asap yang muncul akibat kebakaran. Karena itu, perusahaan terus melakukan pengendalian kebakaran, pemantauan kondisi di sekitar lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Untuk itu, perusahaan terus melakukan upaya pengendalian kebakaran, pemantauan kondisi di sekitar lokasi, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Lukman, perusahaan juga telah melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab kebakaran. PT IWIP turut melibatkan pihak kepolisian dalam proses identifikasi penyebab kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor dari luar perusahaan.
“PT IWIP memastikan bahwa keselamatan masyarakat, pekerja, dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian ini,” kata Lukman.
Ia mengatakan perusahaan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi lanjutan berdasarkan fakta serta hasil penanganan di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. DLH Halmahera Tengah bersama pihak terkait masih melakukan investigasi di lokasi kejadian. (Dir)
