Bupati Ikram Malan Sangadji Didesak Pimpin DPD II Golkar Halmahera Tengah

Sebarkan:
HALTENG - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Halmahera Tengah, dukungan dari tingkat akar rumput hingga pengurus kecamatan terus menguat untuk mendorong Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., memimpin DPD II Golkar Halmahera Tengah (Halteng).

Kader loyalis Partai Golkar Halmahera Tengah, Ahmad Malawat, menilai gelombang dukungan ini bukan sekadar manuver politik semata, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangkitkan dan membesarkan kembali partai berlogo pohon beringin tersebut di bumi Fagogoru.

Ikram Malan Sangadji sendiri merupakan sosok birokrat sekaligus politisi Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Bupati Halmahera Tengah periode 2025–2030. Ia tercatat sebagai bupati petahana sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Menurut Ahmad, terdapat lima faktor utama yang menjadi urgensi mengusung Ikram pada Musda XI Golkar Halteng:

1. Figur Pemersatu dan Pemenang Pilkada

Ikram terbukti mampu memenangi Pilkada Halteng 2024 melalui koalisi yang diusung Partai Golkar, Gerindra, Hanura, dan PBB. Kepemimpinannya dinilai berhasil menyatukan berbagai kekuatan politik di Halmahera Tengah. Golkar dinilai membutuhkan sosok ketua yang tidak hanya populer, tetapi juga teruji memenangi kontestasi politik.

2. Kapasitas Teknokratis

Gelar akademis Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., mencerminkan kapasitas teknokrat yang tergolong langka di panggung politik daerah. Di tengah tantangan Halmahera Tengah sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel nasional—ditandai dengan beroperasinya PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan puluhan perusahaan tambang—Golkar dinilai membutuhkan nakhoda yang memahami penataan ruang, pengelolaan lingkungan, serta negosiasi industri, bukan sekadar politik seremonial.

3. Konsolidasi Partai Menuju Pemilu 2029

Musda XI menjadi momentum rekonsiliasi pascapilkada. Di bawah kepemimpinan seorang bupati yang juga kader murni Golkar, mesin partai diyakini akan bergerak jauh lebih solid. Akses kebijakan, program kerakyatan, hingga agenda kaderisasi dapat berjalan sinergis dari DPD II hingga ke tingkat desa.

4. Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Rekam jejak Ikram yang aktif mengawal isu-isu strategis—seperti penataan Kota Weda, penanganan stunting, hingga penertiban tata kelola perusahaan tambang—menunjukkan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karya dan pembangunan nyata (Karya Kekaryaan), sesuai dengan doktrin dasar Partai Golkar.

5. Menjaga Marwah Golkar sebagai Partai Pemerintah

Ahmad menegaskan bahwa Partai Golkar di Halmahera Tengah tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton di daerah sendiri. Dengan menempatkan Bupati Halmahera Tengah sebagai Ketua DPD II, kebijakan Pemerintah Kabupaten dan perjuangan partai akan berjalan seirama untuk mewujudkan masyarakat Halmahera Tengah yang sejahtera.

Mendorong Kepemimpinan Solid

Ahmad menambahkan, para kader di tingkat Kecamatan Weda, Patani, Weda Utara, hingga Pulau Gebe sepakat bahwa Musda XI Golkar Halteng harus melahirkan sosok pemimpin yang kuat, berpengalaman di birokrasi, serta memiliki visi besar.

Seluruh kriteria tersebut dinilai ada pada diri Ikram Malan Sangadji.

"Golkar Halteng membutuhkan nakhoda yang sanggup membawa kapal besar ini berlayar di tengah dinamika industri dan politik. IMS (Ikram Malan Sangadji) adalah jawabannya," ujar Ahmad.

Seiring persiapan Musda XI yang makin matang, konsolidasi dukungan untuk Ikram terus mengalir. Para kader berharap Golkar Halmahera Tengah dapat bangkit, solid, dan meraih kemenangan optimal pada Pemilu 2029 mendatang. (Dir)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini