Wakili Bupati Haltim, Sekda Buka High Level Meeting TPID

Sebarkan:
HALTIM - Mewakili Bupati Halmahera Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur Ricky Chairul Richfat, membuka kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Halmahera Timur bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di daerah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan harapan Bupati Halmahera Timur agar pelaksanaan HLM TPID dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

“Bupati berharap kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan langkah-langkah konkret untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Halmahera Timur,” ujar Sekda. Kamis 8 Oktober 2026.

Sekda menegaskan, pengendalian inflasi tidak boleh hanya berfokus pada komoditas bawang, rica dan tomat (Barito), tetapi juga harus memperhatikan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Untuk itu, Sekda menyampaikan terdapat empat langkah utama pengendalian inflasi yang perlu dilakukan secara bersama-sama, yakni:

1. Keterjangkauan harga, dengan memastikan harga kebutuhan masyarakat tetap berada pada tingkat yang wajar;

2. Ketersediaan pasokan, melalui upaya menjaga kecukupan stok komoditas strategis;

3. Kelancaran distribusi, memastikan barang kebutuhan masyarakat dapat didistribusikan dengan lancar hingga ke wilayah konsumen; dan

4. Komunikasi efektif, melalui koordinasi dan penyampaian informasi yang cepat, tepat dan terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, distributor dan masyarakat.

“Jadi pengendalian inflasi bukan hanya persoalan Barito. Kita harus melihat kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Empat langkah ini harus kita lakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, dalam kesempatan tersebut menyampaikan perkembangan inflasi yang masih menjadi perhatian bersama.

Ia menyebutkan bahwa hingga September 2026, angka inflasi tercatat sebesar 5,72 persen dan menempatkan Maluku Utara pada posisi kedua tertinggi secara nasional.

“Harapannya pada triwulan terakhir ini kita dapat bersama-sama mengendalikan inflasi,” kata Handi Susila.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengambil langkah strategis menghadapi tekanan harga, khususnya menjelang akhir tahun.

Sementara itu, Sekretaris TPID Kabupaten Halmahera Timur, Muchlis Husin, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan, terdapat sejumlah komoditas yang menjadi pendorong inflasi di Kabupaten Halmahera Timur.

Komoditas tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian TPID untuk selanjutnya dilakukan langkah-langkah pengendalian melalui penguatan ketersediaan pasokan, distribusi serta koordinasi dengan para pelaku usaha dan pihak terkait.

Melalui High Level Meeting ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat terlindungi. (Ono)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini