Komisi III DPRD Tidore Tekan UKBJ Lakukan Evaluasi dan Tender Ulang Paket Proyek

Sebarkan:
Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore, Ardiansyah Fauzi. (Dar)
TIDORE - Komisi III DPRD mengingatkan Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) secepat mungkin segera menyelesaikan evaluasi serta proses tender ulang paket yang masih bermasalah ditangani oleh pemerintah Kota Tidore.

Hal itu saat bersama dengan mitra kerja bagian UKPBJ Pemkota Tikep

Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore, Ardiansyah Fauzi, mengatakan ada sekitar enam paket yang nantinya dievaluasi kemudian tiga paket lainnya bakal ditender kembali.

“Kami pertanyakan dengan rens waktu yang ada apakah cukup atau tidak untuk melakukan proses tender kembali tiga paket  tersebut, sehingga pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu itu yang kami harapkan,” ungkapnya usai RDP

Ia menjelaskan, dari pihak UKPBJ bakal segar memproses tender ulang tiga pake itu secepatnya mungkin, sementara untuk enam paket sudah dievaluasi sebelum adanya RDP.

“Jadi kami akan pantau untuk memastikan proses tender bisa tepat waktu dan mengawasi pekerjaan juga harus selesai berdasarkan waktu ditentukan,” kata Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala bagian Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa, Abdul Wahid Saraha, menjelaskan enam paket proyek tersebut bukan dibatalkan tetapi hanya melakukan evaluasi.

Menurutnya, karena ada sanggahan dari peserta tender yang diterima, sehingga tindaklanjutnya adalah Kelompok Kerja (Pokja UKPBJ) melakukan evaluasi ulang.

Keenam paket pekerjaan yang harus dievaluasi tersebut di antaranya Pembangunan breakwater di Kelurahan Toloa, Pembangunan breakwater di Kelurahan Rum, Pembangunan breakwater di Kelurahan Tuguiha, Pembangunan seawall dan bangunan pengaman pantai lainnya di Kelurahan Toloa, kemudian Rekonstruksi krib pengaman talud di pantai Kelurahan Akelamo, Oba Tengah,
Rekonstruksi krib pengaman talud pantai di Kelurahan Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara.

"Saat ini hasil evaluasi ulang telah menghasilkan pemenang, dan telah dikirimkan hasilnya tersebut ke pihak dinas terkait, untuk dilakukan perikatan kontak pelaksanaan pekerjaan," jelas Wahid.

Wahid juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data paket tender pada sistem pengadaan secara elektronik, ada empat paket yang batal. Di antaranya:
Timbunan lanjutan lahan area terminal penumpang Tipe C di Kelurahan Payahe, Rekonstruksi tembok penahan tanah Kali RT 08/RW 03 di Kelurahan Rum, Rekonstruksi tembok penahan tanah Kali RT 04/RW 02 Kelurahan Rum, dan Pembangunan jalan produksi di Kelurahan Payahe.

"Untuk paket lahan terminal Payahe batal karena permintaan dinas lantaran terdapat kesalahan penyusunan Harga Perkiraan SEndiri (HPS), yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Saat ini paket ini sudah selesai proses tendernya dan sudah ada pemenangnya," ungkapnya.

Wahid menambahkan, bahwa proses tiga paket tender yang batal itu karena tahapan prosedural tender yang terlewatkan oleh Pokja pemilihan pada tiga paket tersebut.

"Karena hal itulah, maka untuk menghindari kemungkinan kegagalan tender di hari ke depan, yang disebabkan keberatan peserta tender maupun potensi penolakan oleh PPK setelah penetapan pemenang, maka Pokja mengambil langkah mitigasi yang paling minim risiko dengan melakukan pembatalan tender," pungkasnya.*

====
Penulis: Aidar Salasa
Editor   : Tim Redaksi
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini