![]() |
| Ilustrasi rudapaksa. (Istimewa) |
Kasus ini terungkap setelah korban mengeluhkan rasa tidak nyaman kepada neneknya. Keluarga segera membawa korban untuk pemeriksaan medis, dan hasilnya menunjukkan adanya luka yang mengarah pada dugaan kuat terjadinya tindak kekerasan seksual.
Ibu korban, yang ditemui di Ruang Satreskrim Polres Halmahera Selatan, menuturkan bahwa perbuatan keji itu diduga dilakukan pelaku di kamar pribadinya. Pelaku bahkan disinyalir membujuk korban dengan memberikan uang dalam jumlah kecil.
“Karena takut, korban baru mau cerita setelah saya tanya berulang kali,” ujarnya.
Keluarga menduga kejadian tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Perubahan perilaku korban serta keluhan fisik yang berulang menjadi pemicu kecurigaan hingga akhirnya korban diperiksa dan kasus dilaporkan ke polisi.
Kabar dugaan kekerasan seksual ini dengan cepat menyulut emosi warga. Massa yang berkumpul di lokasi langsung menghajar pelaku. Polisi yang tiba segera mengamankan terduga pelaku untuk mencegah tindakan kekerasan lebih jauh. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, membenarkan adanya penganiayaan terhadap terduga pelaku dan memastikan penyelidikan kasus kekerasan seksual tersebut sedang berjalan sesuai prosedur hukum.
“Kami telah menerima laporan resmi dari keluarga. Penyidik sedang bekerja mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya,” ujar Hendra melalui sambungan telepon.
Ia juga mengimbau warga untuk tidak bertindak di luar hukum. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Semua proses akan kami tangani dengan profesional dan transparan,” tegasnya.
Hendra menambahkan, kepolisian bekerja sama dengan unit perlindungan perempuan dan anak untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis. Penanganan dilakukan secara tertutup guna menjaga identitas dan kenyamanan korban.*
====
Penulis: Zulpunk
Editor : Tim Redaksi
