![]() |
Kegiatan ini dilaksanakan di desa-desa yang mayoritas masyarakatnya beragama Kristen, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu warga memenuhi kebutuhan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Gerakan Pangan Murah tersebut bertujuan untuk mempermudah masyarakat, khususnya umat Nasrani, dalam memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat Nataru.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Tamhit Bilo, mengatakan GPM merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini bertujuan menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta sebagai upaya pengendalian inflasi daerah,” ujar Tamhit.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Dispertan dan Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, sekaligus tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Adapun tujuan utama pelaksanaan GPM ini antara lain:
• Menjaga stabilitas harga pangan pokok di tingkat konsumen menjelang Nataru
• Meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau
• Mengendalikan inflasi, khususnya inflasi komponen pangan
• Meringankan beban pengeluaran masyarakat
Dalam kegiatan ini, Dispertan menyediakan sejumlah komoditas utama kebutuhan rumah tangga, seperti bawang merah, bawang putih, dan Minyak Kita, yang banyak dibutuhkan terutama oleh ibu-ibu rumah tangga.
Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pangan murah ini, mengingat meningkatnya kebutuhan bahan dapur menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Masyarakat sangat antusias dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Pulau Morotai. Kegiatan ini sangat membantu, terutama untuk kebutuhan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng,” tutur Tamhit.
Ia berharap, melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat di enam kecamatan dapat lebih mudah memperoleh bahan pangan dengan harga murah, sekaligus mengurangi beban biaya transportasi ke ibu kota daerah.
“Apalagi bagi masyarakat di Kecamatan Pulau Rao dan wilayah lain yang biaya transportasinya cukup mahal. Dengan kegiatan ini, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan,” pungkasnya. (Ode/Red)
