![]() |
| Besar Austria untuk Indonesia, Dr. Thomas Loidl saat mengunjungi Kedaton Kesultanan Tidore. |
Rombongan Dubes Austria disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, bersama Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, serta para Bobato Kesultanan.
Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, yang mewakili Sultan Tidore beserta seluruh perangkat Kesultanan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Duta Besar Austria dan rombongan. Ia berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran kebudayaan maupun kolaborasi lain yang saling menguntungkan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi awal kerja sama yang baik, sekaligus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Ishak.
Ia juga berharap setiap tamu yang berkunjung ke Kadato Kie Kesultanan Tidore dapat mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Tidore.
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, turut menyambut positif kunjungan kehormatan tersebut. Menurutnya, kunjungan Dubes Austria merupakan momentum penting untuk membangun hubungan kerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan pariwisata.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dengan Kedutaan Besar Austria, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan potensi pariwisata, serta penguatan sistem pendidikan,” ungkap Ismail.
Sementara itu, Duta Besar Austria untuk Indonesia, Thomas Loidl, mengaku senang dapat berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Tidore yang memiliki sejarah panjang dan penting dalam perjalanan Indonesia.
“Ada banyak alasan mengapa saya ingin datang ke Tidore. Saya ingin mengeksplorasi sejarahnya dan melihat peluang kerja sama yang bisa kita bangun bersama,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Tidore dilandasi oleh tiga aspek utama, yakni sosial, politik, dan budaya. Dari sisi sejarah, Thomas mengungkapkan bahwa terdapat catatan tentang orang Austria pertama yang pernah datang dan tinggal di Tidore serta Ternate selama kurang lebih tujuh tahun pada sekitar tahun 1621.
“Sepanjang perjalanannya, orang Austria tersebut menulis catatan perjalanan. Catatan itu kemudian kami terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dicetak menjadi sebuah buku, yang nantinya akan kami serahkan,” jelasnya.
Berdasarkan fakta sejarah tersebut, Thomas Loidl meyakini bahwa hubungan antara Austria dan Tidore telah terjalin sejak lama. Selain menelusuri sejarah, ia juga berharap kerja sama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dapat dikembangkan, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui berbagai pelatihan dan program peningkatan kapasitas.
Usai melakukan kunjungan di Kedaton Kesultanan Tidore, Duta Besar Austria bersama rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, di antaranya Benteng Torre di Kelurahan Soasio dan bekas Kediaman Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba.*
====
Penulis: Aidar Salasa
Editor : Tim Redaksi
Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, yang mewakili Sultan Tidore beserta seluruh perangkat Kesultanan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Duta Besar Austria dan rombongan. Ia berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran kebudayaan maupun kolaborasi lain yang saling menguntungkan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi awal kerja sama yang baik, sekaligus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Ishak.
Ia juga berharap setiap tamu yang berkunjung ke Kadato Kie Kesultanan Tidore dapat mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Tidore.
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, turut menyambut positif kunjungan kehormatan tersebut. Menurutnya, kunjungan Dubes Austria merupakan momentum penting untuk membangun hubungan kerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan pariwisata.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dengan Kedutaan Besar Austria, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan potensi pariwisata, serta penguatan sistem pendidikan,” ungkap Ismail.
Sementara itu, Duta Besar Austria untuk Indonesia, Thomas Loidl, mengaku senang dapat berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Tidore yang memiliki sejarah panjang dan penting dalam perjalanan Indonesia.
“Ada banyak alasan mengapa saya ingin datang ke Tidore. Saya ingin mengeksplorasi sejarahnya dan melihat peluang kerja sama yang bisa kita bangun bersama,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Tidore dilandasi oleh tiga aspek utama, yakni sosial, politik, dan budaya. Dari sisi sejarah, Thomas mengungkapkan bahwa terdapat catatan tentang orang Austria pertama yang pernah datang dan tinggal di Tidore serta Ternate selama kurang lebih tujuh tahun pada sekitar tahun 1621.
“Sepanjang perjalanannya, orang Austria tersebut menulis catatan perjalanan. Catatan itu kemudian kami terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dicetak menjadi sebuah buku, yang nantinya akan kami serahkan,” jelasnya.
Berdasarkan fakta sejarah tersebut, Thomas Loidl meyakini bahwa hubungan antara Austria dan Tidore telah terjalin sejak lama. Selain menelusuri sejarah, ia juga berharap kerja sama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dapat dikembangkan, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui berbagai pelatihan dan program peningkatan kapasitas.
Usai melakukan kunjungan di Kedaton Kesultanan Tidore, Duta Besar Austria bersama rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, di antaranya Benteng Torre di Kelurahan Soasio dan bekas Kediaman Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba.*
====
Penulis: Aidar Salasa
Editor : Tim Redaksi
