![]() |
| Korban hilang. |
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan, Abdu berangkat dari Wayatim sekitar pukul 15.00 WIT untuk memperbaiki gangguan jaringan listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah perbatasan kedua kecamatan tersebut.
Namun hingga Jumat (13/3/2026) dini hari, yang bersangkutan belum juga tiba di rumah, sehingga memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga.
“Kami sangat khawatir karena biasanya perjalanan dari Pigaraja ke Wayatim tidak memakan waktu selama ini,” ujar salah satu anggota keluarga.
Kekhawatiran semakin bertambah setelah keluarga menerima informasi dari rekan kerja Abdu terkait kondisi longboat yang digunakannya. Menurut mereka, bagian depan perahu dilaporkan mengalami kebocoran, tetapi Abdu tetap melanjutkan perjalanan karena ingin segera pulang.
“Kami sempat mendapat kabar dari rekan kerjanya bahwa bodi longboat milik Abdu di bagian depan mengalami kebocoran. Namun karena ingin segera kembali, dia tetap melanjutkan perjalanan. Itu yang membuat kami sangat cemas, karena sampai sekarang belum tiba di kampung,” tambahnya.
Keluarga mengaku telah berupaya mencari informasi dengan menghubungi Kepala Desa Wayatim, Adam Haya, guna meminta bantuan pemerintah desa. Namun hingga kini, menurut keluarga, belum ada respons atau langkah tindak lanjut yang konkret.
Selain itu, informasi kehilangan tersebut juga telah disampaikan kepada tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui grup WhatsApp.
Hingga saat ini, aparat yang baru merespons adalah personel Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). “Kami sudah menyampaikan informasi ini ke tim Basarnas melalui grup WhatsApp. Untuk sementara yang baru merespons adalah dari Polair,” kata pihak keluarga.
Keluarga berharap adanya perhatian serta keterlibatan aparat desa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membantu pencarian. Mereka juga mengimbau warga di wilayah Halmahera Selatan, khususnya Bacan Timur Tengah, Bacan Timur Selatan, dan sekitarnya, yang mengetahui atau melihat keberadaan Abdu agar segera melaporkan kepada keluarga atau aparat setempat.* (Zul)
