![]() |
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Haltim, Kamis (2/4/2026). Musrenbang ini dihadiri Sekretaris Daerah Ricky Chairul Ricfat, perwakilan Polres Haltim, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Ubaid Yakub menegaskan bahwa periode kepemimpinan 2025–2029 bersama Wakil Bupati dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Ia menyebut, saat ini Haltim berada pada tahap krusial dalam mengimplementasikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.
“Kita sedang menyiapkan fondasi transformasi pembangunan di jazirah Halmahera Timur dengan visi besar 20 tahun ke depan, yakni menuju Halmahera Timur Tanbirahi Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan,” ujar Ubaid.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan bottom-up, yang menyerap aspirasi masyarakat, dengan pendekatan top-down dari kebijakan pemerintah pusat guna menjawab berbagai persoalan daerah.
Selaras dengan arahan Presiden RI, Bupati juga menyoroti pentingnya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win. Salah satu implementasinya adalah peningkatan kualitas infrastruktur kesehatan.
“Alhamdulillah, pembangunan RSUD Maba telah selesai dan tinggal menunggu peresmian. Kami berharap Bapak Presiden Republik Indonesia dapat meresmikan langsung RSUD ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Haltim,” ungkapnya.
Untuk periode 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Haltim mengusung visi “Halmahera Timur Berbenah (Berani, Bersih, Amanah) Menuju Transformasi Kemajuan”.
Visi tersebut dijabarkan dalam lima misi utama, yaitu: Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Penguatan fiskal melalui pemanfaatan sumber daya alam untuk ekonomi kerakyatan, Tata kelola birokrasi dan hukum yang inovatif serta transformatif, Penguatan ketahanan sosial budaya, kearifan lokal, dan lingkungan hidup;Pengembangan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah.
Berdasarkan hasil Musrenbang di 10 kecamatan, tercatat 282 usulan prioritas yang akan dibahas, terdiri dari: Bidang infrastruktur sebanyak 206 usulan, Bidang perekonomian sebanyak 57 usulan, Bidang sosial budaya sebanyak 19 usulan.
Bupati Ubaid juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pimpinan OPD agar fokus pada isu strategis tahun 2027. Ia menekankan empat hal utama, yakni:
OPD harus proaktif dan tanggap terhadap kebutuhan daerah, Setiap kegiatan harus memiliki output yang jelas, baik lokasi maupun volumenya, Rencana Kerja (Renja) harus merupakan penjabaran dari Renstra OPD tahun 2027, Meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Musrenbang ini adalah wadah aspirasi. Saya berharap semua pihak dapat berpartisipasi aktif demi pembangunan daerah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
====
Penulis: Wahono Side
Editor : Tim Redaksi
