![]() |
Hal itu disampaikan Nazlatan saat memaparkan konsep pengembangan ekowisata di Aula Kantor Bupati, Jumat (10/4/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, ia menegaskan bahwa Kepulauan Widi memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan. Kawasan ini bahkan telah mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Namun, pengembangannya harus dilakukan dengan perencanaan matang agar tidak merusak lingkungan.
“Pengembangan Widi harus didesain dengan model yang melindungi ekologi, sekaligus menjadi laboratorium riset bagi berbagai ekosistem yang ada di sana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep keberlanjutan menjadi kunci utama mengingat kondisi geografis Widi yang memiliki jumlah penduduk terbatas dan tersebar di beberapa pulau, seperti Kapuraca dan Daga. Karena itu, pengembangan tidak hanya terfokus pada pulau inti, tetapi juga perlu melibatkan kawasan pesisir di sekitarnya, seperti Bisui, Matuting, dan Karangarangan.
Nazlatan juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dasar sebelum promosi wisata dilakukan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memprioritaskan penyediaan air bersih, fasilitas kesehatan, serta akomodasi seperti homestay di sekitar destinasi.
“Jika fasilitas dasar belum siap, promosi tidak akan efektif. Akses transportasi juga harus jelas, apakah melalui kapal phinisi atau speed boat yang terjadwal,” jelasnya.
Selain infrastruktur, ia mengingatkan bahwa praktik illegal fishing masih menjadi tantangan serius yang dapat menghambat pengembangan sektor perikanan dan pariwisata. Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor, khususnya dengan Komisi II yang membidangi perikanan dan pariwisata.
Sebagai Founder komunitas Widikostal, Nazlatan menyebut pihaknya terus mengawal kebijakan pemerintah, termasuk memberikan masukan melalui kajian dan buku yang memuat data serta rekomendasi terkait pengelolaan Kepulauan Widi.
Ia berharap investor yang masuk nantinya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat lokal serta menjaga kelestarian alam. Hal ini sejalan dengan tren global yang mengarah pada pariwisata berkelanjutan, seperti konsep zero emission dan pelestarian lingkungan.
“Jika Widi dikembangkan dengan konsep yang tepat, kawasan ini bisa menjadi destinasi internasional, bahkan menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi wisata lain di Halmahera Selatan,” katanya.
Lebih lanjut, Nazlatan menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi di Maluku Utara yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan. Menurutnya, sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata perlu terus didorong sebagai alternatif pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap Kepulauan Widi dapat menjadi ikon atau “mercusuar” pariwisata Halmahera Selatan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus mengangkat potensi daerah lainnya.* (Zul/Red)
