![]() |
| Plt. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo. (Kh) |
Dalam peninjauan tersebut, Abdul Hamid didampingi oleh tim PPK Perencanaan dan core team BPJN untuk mengevaluasi kondisi kerusakan yang cukup parah. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi kinerja institusinya.
"Di titik longsoran ruas Bastiong - Jambula ini, teman-teman dari perencanaan sudah siapkan desain penanganan. Nanti kita pasang dinding penahan tanah (DPT) konstruksi beton di sini," ujar Abdul Hamid saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menekankan pentingnya berinovasi sesuai dengan arahan pimpinan pusat. "Perintah Pak Menteri dan Pak Dirjen, apa pun kondisinya kita harus siap menuntaskan pekerjaan. Kita harus berinovasi dan tidak boleh ketergantungan dengan anggaran. Anggaran yang turun berapa pun, kita harus siap kerjakan untuk memastikan pekerjaan tetap selesai dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Mitigasi Sampah dan Koordinasi Lintas Sektor
Selain masalah teknis infrastruktur, Abdul Hamid menyoroti perilaku pembuangan sampah sembarangan yang menjadi salah satu pemicu utama instabilitas tanah di area Ngade.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPJN Maluku Utara mengambil langkah preventif diantaranya:
- Pemasangan Rambu: Pihaknya telah menginstruksikan PPK untuk memasang rambu larangan membuang sampah di lokasi longsoran.
- Koordinasi Pemkot: BPJN akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate terkait penyediaan tempat pembuangan sampah yang layak agar warga tidak lagi membuang sampah di tebing jalan.
- Keselamatan: Koordinasi juga mencakup pemasangan rambu lalu lintas di sekitar area proyek guna menjamin keselamatan pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung.
Target Tuntas Desember 2026
Penanganan longsoran Ngade kini telah memasuki tahap persiapan lelang. Dengan pagu anggaran sebesar Rp1 Miliar, proyek ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Desember 2026.
Di hari yang sama, Abdul Hamid juga menyambangi lokasi proyek Jembatan Rua di Kota Ternate. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung hasil akhir pekerjaan jembatan tersebut yang kini telah dinyatakan selesai 100 persen.
Selain di Ternate, pada Rabu 29 April 2026 kemarin, Abdul Hamid juga mengevaluasi hasil program Inpres Jalan Daerah (IJD) di ruas Ngidiho - Lapi, Halmahera Utara. Ia melaporkan bahwa jalan tersebut kini telah teraspal dengan kondisi yang baik, lengkap dengan marka jalan dan saluran air yang optimal. Testimoni masyarakat menunjukkan bahwa akses kini jauh lebih lancar, cepat, dan bebas dari debu.
Komitmen Kerja Tanpa Libur
Menutup keterangannya, Abdul Hamid menegaskan prinsip kerja yang dianut jajarannya. "Arahan Pak Menteri dan Pak Dirjen, kita bekerja tidak ada libur. Jadi bekerja terus meskipun hari libur," tutupnya.
Setelah peninjauan di Ternate, tim BPJN Maluku Utara dijadwalkan akan melanjutkan agenda kerja ke wilayah Halmahera lainnya untuk mengecek progres fisik pekerjaan infrastruktur. (Wn/Red)

