Pemkab Haltim Salurkan Insentif untuk 1.189 Ibu Hamil dan Menyusui

Sebarkan:
HALTIM - Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menyalurkan insentif kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan bidan desa. Program melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) itu menjadi salah satu intervensi pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani stunting.

Kepala DP2KBP3A Halmahera Timur, Ihwan, mengatakan jumlah penerima insentif ibu hamil dan ibu menyusui mencapai 1.189 orang. Khusus di Kecamatan Maba Tengah, terdapat 99 penerima.

Penyaluran insentif dilakukan Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Ricky mengatakan insentif tidak diberikan tanpa syarat. Penerima harus terdaftar dalam program dan rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas serta posyandu di desa masing-masing.

“Program ini bukan sekadar pemberian insentif, tetapi merupakan bentuk perhatian dan intervensi pemerintah daerah untuk memastikan ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin. Karena itu, penerima wajib mengikuti pemeriksaan di Puskesmas maupun Posyandu,” ujar Ricky.

Menurut dia, pemeriksaan rutin penting untuk memastikan kondisi ibu dan anak terpantau sejak masa kehamilan. Pemerintah berharap intervensi tersebut ikut menekan risiko stunting sejak dini.
Ricky menyebut program insentif itu juga bagian dari pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur. Kebijakan tersebut, kata dia, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Pemberian insentif ini merupakan bagian dari upaya kita dalam penanganan stunting di Kabupaten Halmahera Timur. Ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, serta sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

Ia menekankan penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah. Program tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Karena itu, Ricky meminta seluruh OPD membangun koordinasi dalam menjalankan program pembangunan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Setiap program dan kegiatan harus dibangun dalam semangat sinergi antar-OPD. Dengan demikian, seluruh program pemerintah daerah dapat berjalan secara terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur,” ujar dia.

Dalam kegiatan tersebut, Ricky didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Timur.

Pemkab Halmahera Timur berharap pemberian insentif tidak berhenti sebagai bantuan bagi penerima. Program itu diarahkan untuk mendorong ibu hamil dan ibu menyusui lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, sekaligus memperkuat pencegahan stunting sejak kehamilan hingga masa pertumbuhan anak. (Ono)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini