![]() |
| SSB OBI MAYOR. |
Kemenangan dramatis ini sekaligus memutus kiprah Persiter yang sebelumnya tampil dominan dan meyakinkan sepanjang turnamen. SSB OBI MAYOR menjadi kontestan terakhir yang meraih tiket final dan dijadwalkan menantang SKO SOFIFI pada Kamis, 10 September 2026.
Di bawah komando pelatih Jufri Alimudin—yang akrab disapa Abang Upi—SSB OBI MAYOR melenggang ke partai pamungkas dengan rekor mentereng: tak tersentuh satu pun kekalahan sejak laga pembuka. Catatan impresif tersebut menjadi modal berharga sebelum melakoni duel sengit melawan SKO SOFIFI, salah satu tim favorit di kejuaraan ini.
“Kami siap tampil habis-habisan di final. Dengan dukungan dan doa masyarakat Obi serta pendukung garis keras kami di lingkar Pulau Obi, Insya Allah kami akan memberikan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan. Itu komitmen kami sejak awal,” tegas Abang Upi kepada Kabarhalmahera.com.
Kendati demikian, Upi enggan anak asuhnya jemawa. Ia mengingatkan bahwa SKO SOFIFI merupakan lawan berat yang tak bisa dipandang sebelah mata.
“SKO SOFIFI adalah tim yang solid dan kuat. Namun, dengan semangat serta kekompakan pemain, kami yakin bisa melewati mereka dan merebut gelar juara, sesuai target kami sejak awal,” ujar juru taktik kelahiran Jikotamo tersebut.
Bagi Upi, hasil manis atas Persiter bukan sekadar tiket menuju partai puncak, melainkan pijakan krusial untuk menuntaskan misi utama: membawa pulang trofi Piala Gubernur Cup Maluku Utara U-17 2026 ke Tanah Obi.
“Kami akan mematangkan taktik untuk final. Dukungan masyarakat Obi sejak awal anak-anak kami bertanding sangat berarti. Kami akan berjuang memberi yang terbaik, khususnya untuk pendukung garis keras SSB OBI MAYOR dan umumnya masyarakat Halsel,” tuturnya.
Ia pun meminta masyarakat Obi terus mengalirkan dukungan hingga laga penutup. “Tim ini lahir dari semangat kebersamaan. Doa dan dukungan kalian adalah energi kami,” kata Upi.
Gelombang dukungan tersebut memang tak hanya mengema dari tribune. Sekretaris SSB OBI MAYOR, Safrin Alimudin alias Ceper—yang juga bertindak sebagai koordinator suporter—memastikan para pendukung garis keras bakal terus berdiri di belakang tim hingga peluit panjang dibunyikan.
“Fans garis keras dibangun atas rasa persaudaraan pemuda Obi. Kami akan selalu setia mendukung sampai tim ini meraih juara satu, seperti harapan seluruh masyarakat,” ujar Ceper.
Kini, tersisa satu langkah terakhir. SSB OBI MAYOR membawa asa dari Pulau Obi menuju panggung tertinggi, sementara SKO SOFIFI berdiri sebagai benteng terakhir yang harus merekarobohkan demi memeluk trofi juara. (Zul)
