Melalui kolaborasi nyata bersama masyarakat lokal, FHT secara rutin menggelar aksi pembersihan Pantai Buli Asal, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Setiap minggunya, puluhan pemuda Desa Buli Asal, saling bahu-membahu bersama karyawan FHT menyisir garis pantai. Mereka memungut sampah plastik, sisa kayu, hingga limbah yang terbawa ombak. Aksi ini dirancang sebagai gerakan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan sekaligus kesehatan ekosistem pesisir.
Manager External Relations PT Feni Haltim, Subarwan Sakoy, menegaskan bahwa aspek lingkungan merupakan fondasi utama dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan. Bagi FHT, pembangunan industri tidak bisa dipisahkan dari kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Karena itu, aspek lingkungan selalu menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap program dan keputusan yang FHT lakukan," ujar Subarwan.
Melalui program bersih pantai ini, FHT berfokus pada tiga sasaran utama,
Mewujudkan Lingkungan Bersih, Mengurangi tingkat pencemaran laut serta melindungi habitat biota pesisir demi keberlanjutan masa depan.
Membangun Kolaborasi Kuat, Menjadikan generasi muda lokal sebagai mitra strategis perusahaan dalam menjaga lingkungan desa.
Mendorong Kesadaran Bersama, Menumbuhkan budaya dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian alam.
Subarwan menambahkan bahwa Pantai Buli Asal memiliki peran vital bagi kehidupan warga setempat—baik sebagai sumber penghidupan maupun ruang tumbuh bagi anak-anak.
"Pantai yang bersih bukan hanya soal indah dipandang, tetapi juga menyangkut kesehatan, perekonomian, dan keberlanjutan hidup masyarakat pesisir," tambahnya.
Ke depan, FHT berencana memperluas jangkauan program pembersihan lingkungan ini ke desa-desa lain di sekitar Kawasan Industri Buli. Perusahaan berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, memastikan pengembangan industri nikel terintegrasi tetap berjalan selaras dengan prinsip kelestarian alam.
PT Feni Haltim (PT FHT) merupakan pengembang dan pengelola Kawasan Industri Buli yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Sebagai perusahaan joint venture antara HKCBL dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), FHT mengembangkan kawasan industri ini sebagai pusat pengolahan hilirisasi nikel terintegrasi yang berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.*