PLN UIW Maluku dan Maluku Utara Wujudkan 2 Hunian Layak bagi Warga di Tidore

Sebarkan:
Pejabat PLN saat berbincang dengan warga.
TIDORE -  PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan taraf hidup warga yang tinggal di sekitaran Pembangkit dengan menggulirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan.

Kali ini PLN memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash Botton Ash (FABA) sebagai bahan baku produk konstruksi yang digunakan untuk mewujudkan hunian layak bagi dua warga di Desa Rum Balibunga, Kecamatan Tidore, Kepulauan Tidore, Maluku Utara.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Awat Tuhuloula mengatakan, dengan pemanfaatan FABA PLTU Tidore ini, dapat menghasilkan 16.000 batako dan 20.000 paving block.

Dibutuhkan waktu setidaknya kurang dari satu bulan untuk pengerjaan batako dan paving block kemudian dua bulan penuh untuk membedah dua rumah warga tersebut.

“Program ini adalah program yang patut kita laksanakan dan kita gaungkan secara meluas, karena ini terkait dengan proses bisnis PLN yang berkaitan dengan lingkungan. FABA ini sudah mendapatkan izin resmi untuk dimanfaatkan maupun didaur ulang sehingga PLN menyambut baik peluang tersebut. Pemanfaatan FABA ini tentunya sejalan dengan bantuan yang kita berikan dalam hal merenovasi 2 bangunan rumah sehingga dampaknya dapat menyejahterakan masyarakat yang berada di sekitar area PLTU Tidore. Tentunya ini adalah hal mulia karena program TJSL ini terus kita jajaki dan konsisten kita laksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” ucap Awat, Selasa kamrin (6/6/2023).

Adapun ribuan batako dan paving block yang diproduksi ini telah diuji daya kuat tekan oleh Laboratorium Material Beton Universitas Khairun Ternate yang terakreditasi mengacu pada Standar Nasional Indonesi (SNI), sehingga rumah yang telah dibenahi akan kokoh.

Sementara itu, Lurah Rum Balibunga, Hamid Syaifuddin menuturkan, PLN merupakan perpanjangan tangan untuk turut membantu masyarakat kurang mampu yang berada di kawasan pemerintahannya.

“Di kesempatan ini, saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian penuh pihak PLN yang turut membantu kami. Kami percaya tanpa ada bantuan dari suatu Instansi, kami tak bisa berbuat banyak bagi masyarakat. Harapannya, ini adalah bukan awal tapi setahu saya, ini adalah bagian ketiga, pertama bangun rumah FABA di RT 07, dua rumah di tahun kemarin, dan di 2023 ini juga ada dua unit,” tutur Hamid.

Adapun Rumah FABA ini rencananya akan diberikan kepada dua penerima manfaat Desa Rum Balibunga. Mereka merupakan masyarakat kurang mampu yang dinilai berhak memperoleh bantuan tersebut.

Yakni, pertama Rahman Kadir. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai supir speedboat ini mengaku rumah yang dihuninya memang sudah tidak layak untuk ditempati. Sebab, beberapa bagian rumah telah rusak, seperti atap dan tembok. Ketika musim penghujan tiba, rumahnya sering tergenang banjir. Untuk itu, dengan adanya program FABA PLTU ini sangat membantunya mewujudkan hunian impiannya.

“Sudah lama saya ingin perbaiki, hanya saja belum ada uang yang cukup. Kami merindukan ada bantuan seperti ini,” ucap Arman.

Impiannya, dengan adanya rumah layak huni ini, akan ditingkatkan dengan memulai usaha dari lingkungan rumah, agar menunjang kebutuhan rumah tangganya, terutama dalam memenuhi biaya sekolah kedua anaknya yang kini masih berada di bangku pendidikan.

Hal yang sama dialami seorang petani Desa Rum Balibunga. Maryam namanya. Ibu dua anak yang sehari-hari bekerja di ladang ini mengaku, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja dirinya sudah bersyukur. Bantuan hunian layak ini bisa meringankan beban ekonomi yang ditanggung keluarganya.

“Terima kasih PLN untuk bantuannya, seperti mimpi yang jadi kenyataan. Yang saya khawatirkan selama ini adalah ketika gempa, rumah kami roboh karena bangunan sudah miring dan kayunya sudah lapuk semua. Kami sangat berharap bantuan ini dapat diwujudkan sesuai dengan impian kami sejak lama," tandasnya. (Red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini