![]() |
| Polisi saat menindaklajuti laporan watas aksi OTK di kebun warga. (Ono) |
Camat Maba Selatan, Nasrun Woom, menyampaikan imbauan itu menyusul informasi adanya sekelompok orang tak dikenal yang menyisir area kebun warga di Sapete pada dini hari, 4 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah insiden serupa dilaporkan di Dusun Lakoda.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kelompok tersebut memasuki area perkebunan tempat warga bercocok tanam. Mereka diduga membongkar rumah kebun milik Fandi, warga setempat. Sejumlah barang dilaporkan hilang, termasuk parang dan barang berharga lainnya yang berada di dalam rumah kebun tersebut.
Saat dikonfirmasi, Nasrun menegaskan bahwa aktivitas berkebun merupakan kebutuhan ekonomi penting bagi masyarakat. Namun, ia meminta warga tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Memang kebutuhan warga untuk pergi ke kebun itu penting, tapi dalam situasi seperti ini kita harus sangat hati-hati. Masyarakat harus lebih waspada,” ujar Nasrun.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Sapete yang lokasinya berdekatan dengan Dusun Lakoda.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian di wilayah Sapete yang berdekatan dengan Dusun Lakoda tersebut,” katanya.
Hingga kini, warga diminta pergi ke kebun secara berkelompok dan segera melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar permukiman maupun kawasan hutan.
====
Penulis: Wahono Side
Editor : Tim Redaksi
