![]() |
| Evakuasi jasad korban. |
Korban sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga kuat diterkam buaya saat sedang memanah ikan (jubi ikan) di pesisir pantai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi jasad korban ditemukan oleh tim gabungan dan masyarakat sekitar pukul 15.10 WIT pada koordinat 0∘23′51.57"N/127∘37′8.05"E.
"Tim Rescue tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur di lapangan. Korban ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia di dalam hutan mangrove," ujar Iwan dalam keterangan resminya, Senin (23/02).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat korban pergi melaut seorang diri pada Minggu malam (22/02) sekitar pukul 19.30 WIT. Mahmud membawa peralatan memanah ikan dan lampu senter menuju pesisir pantai Gita. Namun, hingga Senin pagi, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Pihak keluarga bersama istri korban yang melakukan pencarian mandiri hanya menemukan peralatan memanah, senter, dan puluhan ekor ikan hasil tangkapan yang berserakan di pinggir pantai. Muncul dugaan korban diserang binatang buas (buaya) karena jejak keberadaannya menghilang secara mendadak di area tersebut.
Evakuasi dan Penutupan Operasi
Setelah jasad ditemukan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Polsek Oba, Babinsa, serta masyarakat setempat langsung mengevakuasi jenazah ke rumah duka di Desa Gitaraja RT 06 RW 03 untuk proses pemakaman.
"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur, termasuk masyarakat dan aparat setempat yang membantu proses pencarian," tambah Iwan.
Pihak Basarnas juga mengimbau warga pesisir untuk lebih waspada saat beraktivitas di laut, terutama pada malam hari, guna menghindari serangan predator di kawasan perairan yang rawan.*
