Konsolidasi di Bulan Suci, KNPI Halmahera Selatan Rancang Barisan Baru

Sebarkan:
LABUHA - Formatur Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan mulai menyusun barisan kepengurusan periode 2026-2029.

Pengumuman sejumlah posisi strategis ini dilakukan di sela acara buka puasa bersama di Gedung UMKM Milenial, Desa Tembal, Bacan Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi lintas organisasi. Hadir dalam acara itu jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan, GMNI, GMKI, GAMKI, hingga GP Parmusi.

Ketua Formatur DPD II KNPI Halsel, Sefnat Tagaku, mengumumkan beberapa nama kunci yang akan mendampinginya. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada aktivis HMI, Azis Awat, sementara posisi Bendahara diisi oleh Nirwana Laher dari GMNI. Adapun mantan Ketua HMI Cabang Bacan periode 2021-2022, Samsul Muhammad, didapuk sebagai Ketua Harian.

"Untuk posisi Ketua OKK (Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan) saat ini masih kosong. Kami meminta pendapat para pimpinan OKP Cipayung mengenai siapa yang layak mengisi posisi itu," ujar Sefnat.

Sedangkan untuk posisi wakil ketua bidang, Sefnat menyebut akan ditentukan sepenuhnya oleh tim formatur.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII pada 13 Februari lalu yang menetapkan Sefnat sebagai nakhoda baru KNPI Halsel. Selain menyusun struktur inti, forum tersebut juga meresmikan panitia pelantikan yang diketuai oleh Adenyong Nafis, didampingi Sekretaris Frankli Ratu Papua dan Bendahara Rana Ma’u.

Rencananya, pelantikan pengurus baru akan digelar pada 1 April mendatang. "Kami memberi kesempatan kepada ketua panitia untuk segera menyusun struktur agar bisa di-SK-kan. Semoga tidak ada kendala hingga hari pelantikan," kata Sefnat.

Di bawah kepemimpinannya, Sefnat menegaskan KNPI Halsel tidak hanya akan menjadi organisasi seremonial. Ia berjanji membawa lembaga ini sebagai wadah perjuangan dan mitra kritis bagi pemerintah daerah.

"KNPI harus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang berpihak pada masyarakat. Jangan hanya jadi wadah berkumpul," ucapnya menutup pembicaraan.* (Zul)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini