Jalan Lintas Bicoli-Sil Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Pemda

Sebarkan:
Kondisi jalan.
HALTIM - Infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Bicoli hingga Desa Sil di Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, kini memprihatinkan. Jalur strategis yang menjadi urat nadi warga tersebut mengalami kerusakan serius hingga menghambat mobilitas antarwilayah.

Pantauan di lapangan pada Rabu, 25 Maret 2026, menunjukkan material timbunan yang semula menutupi badan jalan telah terkikis habis. Akibatnya, bongkahan batu besar atau "kaki batu" muncul ke permukaan, menciptakan medan ekstrem bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kerusakan ini tidak bisa dianggap remeh. Ruas trans Halmahera ini merupakan akses vital yang menyambungkan dua kabupaten: Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. Terganggunya jalur ini otomatis menyumbat arus distribusi logistik dan aksesibilitas warga di Maluku Utara.

Kondisi ini diduga telah berlangsung lama tanpa ada sentuhan perbaikan signifikan. Selain mempercepat kerusakan kendaraan, lubang dan material batu yang berserakan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat cuaca buruk atau minim penerangan di malam hari.

Tano, seorang warga yang rutin melintasi jalur Bicoli menuju Kali Bim, mengeluhkan waktu tempuh yang membengkak berkali-kali lipat akibat rusaknya akses jalan.

"Jalan lintas dari Desa Bicoli ke Desa Sil sebenarnya jaraknya cukup dekat. Namun karena kondisi jalan yang rusak parah, kami harus menghabiskan waktu hingga satu atau dua jam untuk bisa sampai di tujuan," ujar Tano.

Ketidaknyamanan ini menjadi beban harian bagi masyarakat yang memiliki urusan mendesak di Desa Sil maupun Desa Syanmli. Padahal, jika infrastruktur dalam kondisi mantap, waktu tempuh normal hanya berkisar 20 hingga 30 menit.

"Kami sudah sangat lelah dengan kondisi jalan seperti ini. Pengaruh jalan ini sangat besar terhadap aktivitas kami. Harusnya 30 menit sudah sampai, tapi sekarang kendala jalan membuat perjalanan jadi sangat menyiksa," tambahnya.

Masyarakat perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi. Mereka mendesak adanya perbaikan permanen demi menjamin kelancaran ekonomi dan keamanan transportasi di wilayah Halmahera Timur.

====
Penulis: Wahono Side
Editor   : Tim Redaksi
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini