![]() |
| Tanaman warga yang dirusak OTK. |
Wahono Side, seorang petani asal Desa Momole yang menggarap lahan di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa tindakan anarkis ini telah menciptakan iklim ketakutan. Ia mendesak aparat keamanan dan pemerintah daerah segera turun tangan sebelum situasi di lapangan memanas.
"Masyarakat di Dusun Lakoda rata-rata petani. Berkebun adalah fondasi kami mencari nafkah. Saat ini warga diteror, dan ini menimbulkan ketidaknyamanan yang sangat serius," ujar Wahono kepada media, Rabu siang.
Wahono menilai, perusakan lahan bukan sekadar kerugian materiil, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga petani. Ia mengkritik lambannya respons otoritas terkait dalam memberikan jaminan keamanan di area perkebunan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan pihak kepolisian harus segera mengambil langkah preventif guna mencegah terjadinya konflik horizontal yang lebih luas. "Pemerintah harus melindungi masyarakat petani. Jangan sampai ada korban jiwa baru bertindak," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas pelaku perusakan masih gelap. Namun, warga meminta kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku.
Warga khawatir jika pembiaran terus dilakukan, aksi serupa akan berulang dan memicu tindakan main hakim sendiri demi melindungi aset pertanian mereka.*
