![]() |
Pelatihan ini diikuti oleh 82 peserta yang terdiri dari perwakilan ibu rumah tangga dari 28 RT di Hative Besar, Ketua Pokja PKK, staf Pemerintah Negeri, serta perwakilan guru sekolah dasar negeri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah organik yang selama ini masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“PLN terus mendorong inisiatif yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam jangka panjang. Pengelolaan sampah organik melalui eco enzyme merupakan contoh sederhana yang dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan, kesehatan, dan potensi ekonomi rumah tangga,” ujar Noer.
Kegiatan menghadirkan narasumber penggiat eco enzyme, yakni I Wayan Yuli Ekayani, yang menyampaikan materi mulai dari pengenalan konsep eco enzyme, manfaat, hingga praktik pembuatan produk turunan seperti sabun cair dan sabun batang berbasis eco enzyme. Peserta juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan sampah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan manfaat eco enzyme dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Hari kedua difokuskan pada praktik pembuatan enzyme buah serta pengolahan produk turunan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan peluang peningkatan nilai guna secara sederhana.
Program ini juga mendorong penguatan peran ibu rumah tangga sebagai motor penggerak pengelolaan sampah di tingkat keluarga. Dengan pendekatan ini, diharapkan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah tangga sebagai unit terkecil masyarakat.
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga menjadi pemicu perubahan perilaku di tingkat rumah tangga dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui praktik eco enzyme, masyarakat didorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna yang dapat mendukung ekonomi sederhana keluarga di tingkat komunitas.
Sebagai bagian dari implementasi program, RT 003/RW 002 Hative Besar ditetapkan sebagai lokasi percontohan binaan. Pada wilayah ini telah disalurkan 3 unit tempat sampah ukuran 240 liter dan 6 tong komposter, serta dilakukan pendampingan terhadap 41 kepala keluarga sejak awal Juni 2026.
Selain itu, telah terbentuk kelompok pemberdayaan ibu-ibu dan pemuda yang aktif dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik di lingkungan tersebut. Hasil pengolahan sampah dari juga akan ditampilkan dalam pameran pada Juli 2026 sebagai bentuk edukasi dan apresiasi atas partisipasi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat memperkuat kesadaran lingkungan berbasis komunitas serta mendorong terbentuknya pola pengelolaan sampah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan di wilayah Hative Besar.*
