Perbaikan Jembatan Akelamo Dikebut, BPJN Malut Target 100 Persen pada November

Sebarkan:
SOFIFI - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara menargetkan perbaikan lantai Jembatan Akelamo rampung pada November 2026. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah kondisi lantai jembatan mengalami kerusakan dan dinilai perlu segera diperbaiki.

Pelaksana Tugas Kepala BPJN Maluku Utara Abdul Hamid Payapo mengatakan, sebelum perbaikan utama dilakukan, pihaknya lebih dulu membangun jembatan darurat sebagai jalur sementara bagi kendaraan.

“Untuk jembatan darurat, konstruksi rangka Bailey dengan panjang sekitar 70 meter saat ini sedang dikerjakan. Kami menargetkan jembatan tersebut sudah dapat digunakan pada akhir September,” kata Abdul Hamid, Senin, 14 September 2026.

Menurut dia, keberadaan jembatan darurat menjadi bagian penting dalam tahapan pekerjaan. Jalur sementara itu akan digunakan ketika lantai Jembatan Akelamo dibongkar dan diperbaiki sehingga arus kendaraan tetap dapat berjalan selama pekerjaan berlangsung.

BPJN menargetkan pekerjaan perbaikan lantai jembatan berlangsung sekitar satu bulan, yakni pada Oktober. Dengan tahapan tersebut, seluruh pekerjaan diharapkan dapat dituntaskan pada November.

“Kami targetkan sebelum memasuki puncak lalu lintas pada Desember nanti, Jembatan Akelamo sudah rampung 100 persen,” ujar Abdul Hamid.

Jembatan Akelamo memiliki bentang sekitar 100 meter dan menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Sofifi dengan Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan. Karena itu, pekerjaan perbaikan diperkirakan akan berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas di ruas tersebut.

Abdul Hamid meminta maaf kepada masyarakat apabila selama proses pekerjaan berlangsung terjadi gangguan terhadap perjalanan kendaraan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat jika nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas pada ruas tersebut,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, BPJN Maluku Utara akan menyiapkan petugas pengatur lalu lintas atau flagman serta memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan.

Pengaturan tersebut akan dikoordinasikan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Wahyudi. BPJN juga akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan arus kendaraan tetap aman dan terkendali selama pekerjaan berlangsung.

“Kami akan menugaskan flagman dan memasang rambu-rambu agar arus lalu lintas tetap lancar dan aman. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat,” ujar Abdul Hamid.

BPJN berharap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga kerusakan lantai Jembatan Akelamo segera tertangani tanpa mengganggu mobilitas masyarakat dalam waktu panjang. Targetnya, sebelum aktivitas lalu lintas meningkat pada akhir tahun, jembatan tersebut telah kembali berfungsi secara penuh.* (Kh)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini