Jembatan Kali Butu 'Sedot' Anggaran Fantastis, Begini Kata Wakil Bupati Halbar

Sebarkan:
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad. (Istimewa).
KAMERA HALBAR - Jembatan kali butu yang menghubungkan Kecamatan Loloda dan Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut) belum juga dikerjakan karena memakan anggaran yang sangat fantastis. Padahal, jalan yang menghubungkan dua Kecamatan itu merupakan akses satu-satu untuk warga untuk bepergian.

Mirisnya, ketika hujan deras jalan tersebut tidak bisa dilewati, dikarenakan banjir sehingga warga harus menunggu hingga banjir surut.

Wakil Bupati Djufri Muhammad mengatakan, pada saat alokasi Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pekerjaan jalan Goin-Kedi dengan ruas jalan yang sangat panjang terbenturlah dengan beberapa kali (sungai) yang diharuskan membangun jembatan salah satunya adalah kali Butu. 

Sementara untuk anggaran kali butu itu, kata Djufri, menurut PU itu anggarannya  berkisar hingga mencapai Rp.18 hingga 20 miliar. Dengan anggaran yang ada, jika dialokasikan untuk jembatan tersebut maka jalan Goin-Kedi tidak bisa berjalan, tetapi sudah ada perencanaan berikut.

"Memang saat ini kita fokus ke jalan, ke Kedi, Laba Kecil dan seterusnya. Sekarang juga sudah mulai dari Bakun Pantai sampai ke Barataku," kata Djufri saat di temui wartawan di Kantor Bupati. Kamis 30 November 2023.

Djufri mengaku bahwa, kendala kali butu yang sering tidak bisa dilewati kendaraan saat hujan, itu sudah ada perencanaan tahun depan dinas PU telah diarahkan untuk mengusulkan ke balai selanjutnya ke kementerian PUPR. 

"Sudah ada perencanaan, insyaallah tahun depan jembatan tersebut sudah bisa di kerjakan atau di bangun," sebutnya.

Dirinya juga menjelaskan, karena keterbatasan anggaran, sehingga mempertimbangkan matang harus mengutamakan jalan terlebih dahulu. Kemudian, pada saat dilantik berjalannya waktu terjadi Covid-19 sehingga anggaran dari pusat dipangkas.

"Sehingga dengan keadaan yang ada pemerintah daerah Bupati dan Wakil melakukan pinjaman melalui dana PEN. Dana tersebut dalam rangka menuntaskan infrastruktur, semua masyarakat di Halbar membutuhkan itu," kata Djufri.

Namun kebijakan Bupati dan Wakil lebih cenderung mengarah ke Loloda dengan anggaran yang cukup besar hal itu dilihat secara rill masyarakat Loloda sangat membutuhkan pembangunan jalan.

"Tetapi mohon maaf, dengan kondisi yang terbatas maka pilihannya bangun jembatan duluan atau jalan duluan. Jadi kami bersepakat bangun jalan duluan nanti jembatan kita usulkan berikut," tukasnya.

Orang nomor dua di Halbar itu mengaku akan menuntaskan jalan sampai ke Jangalulu. Dan, diupayakan sebelum Pilkada sudah ada gerakan untuk pekerjaan jalan. Dia juga mengharapkan semoga masyarakat Loloda bisa menikmati upaya yang dilakukan Pemda untuk menghubungkan semua desa sampai Loloda Tengah.

"Kita tetap kerjakan sampai tuntas hingga Jangalulu, semoga masyarakat dibawa menikmati upaya Pemda untuk hubungkan semua desa sampai ke Loteng," cetusnya.

Pihaknya juga menambahkan, jika sudah net, (selesai) di balai dan kementerian dan dipercepat dengan tender Pra DPA dan jika tender Pra DPA Desember atau Januari sudah dimulai maka pekerjaan akan cepat, tetapi hal itu bukan kewenangan kabupaten tetapi di pusat.

"Kalau jembatan itu biasanya pekerjaan lama, bisa sampai enam bulan hingga delapan bulan lamanya." tandasnya.

====
Penulis : Arfles Rajalahu.
Editor    : Rustam Gawa.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini