![]() |
Wisuda perdana ini menjadi penanda penting perjalanan UNSAN Bacan, dari lembaga pendidikan tinggi sederhana hingga kini melahirkan lulusan angkatan pertamanya. Hadir pula dalam prosesi tersebut Kepala LLDIKTI Wilayah XII Jantje Eduard Lekatompessy, Guru Besar Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad yang menyampaikan orasi ilmiah, serta jajaran pengurus Yayasan UNSAN Bacan.
Dalam sambutannya, Bupati Bassam Kasuba tak menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ia mengenang perjalanan panjang UNSAN Bacan yang ia saksikan sejak awal berdiri, saat masih berstatus sekolah tinggi, hingga akhirnya menjelma menjadi sebuah universitas.
“Kami sangat terharu. Sebagai Bupati dan juga bagian dari Yayasan Nurul Hasan, kami menyaksikan langsung perjalanan panjang ini, dari Sekolah Tinggi hingga hari ini UNSAN Bacan mampu melahirkan lulusan,” ucap Bassam.
Bassam juga mengenang visi Dr. H. Muhammad Kasuba yang sejak awal bercita-cita menghadirkan perguruan tinggi di Halmahera Selatan. Sebuah visi yang lahir dari keprihatinan akan sulitnya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kepulauan, baik karena keterbatasan ekonomi maupun jarak geografis.
“Beliau melihat kenyataan bahwa anak-anak daerah kita kerap terhambat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Karena itulah perguruan tinggi harus hadir di daerah, agar harapan itu tidak terputus,” katanya.
Menanggapi anggapan bahwa UNSAN Bacan merupakan yayasan keluarga, Bassam menegaskan bahwa keberadaan universitas ini sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya, pendidikan bukanlah alat kepentingan, melainkan jalan pembebasan dan masa depan.
“Beasiswa ini bukan karena UNSAN adalah yayasan keluarga, tetapi sebagai cahaya bagi hati dan pikiran generasi muda agar mampu membangun daerah ini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bassam berpesan kepada para wisudawan agar menjadikan kelulusan ini sebagai awal pengabdian. Gelar akademik, katanya, harus dibarengi dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap daerah asal.
“Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah melanjutkan pendidikan, jaga nama baik almamater, orang tua, dan para dosen. Ilmu yang kalian peroleh hari ini adalah amanah untuk masa depan Halmahera Selatan,” tutupnya.*
====
Penulis: Punkzul
Editor : Tim Redaksi
