![]() |
Peluncuran tiga SPPG tersebut diklaim sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto melalui skema Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Untuk pelaksanaan peresmian dipusatkan di SPPG Mekarsari karena secara peruntukan menjadi lokasi utama kegiatan, sekaligus menjadi tanggung jawab moral pemerintah daerah untuk memastikan program nasional berjalan optimal di Halmahera Timur,” kata Ricky dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan, sebelum kegiatan berlangsung dirinya mendapat arahan langsung dari Bupati Haltim agar memprioritaskan peresmian tersebut.
“Sejak kemarin saya ditelepon Pak Bupati agar tidak melakukan aktivitas lain sebelum meresmikan SPPG Mekarsari. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawal program strategis nasional yang telah dicanangkan Presiden,” ujarnya.
Ricky mengaku awalnya hanya dijadwalkan meresmikan SPPG Mekarsari sesuai undangan pengelola Yayasan Jaya Usaha Bersama. Namun, setibanya di lokasi, pemerintah daerah justru meresmikan dua unit tambahan, yakni SPPG Dakaino dan SPPG Rawamangun.
“Kami dari Maba tidak menyangka akan mendapat dua tambahan SPPG. Awalnya hanya Mekarsari, tetapi akhirnya kita bisa meresmikan tiga SPPG sekaligus hari ini. Ini tentu menjadi kebahagiaan dan kemajuan bagi daerah,” katanya.
Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Koordinator MBG Haltim, Ifa, bersama tim yang dinilai telah bekerja hingga ketiga fasilitas tersebut dapat beroperasi.
“Saya berterima kasih kepada Ibu Ifa selaku Koordinator MBG Haltim bersama tim yang telah berupaya keras sehingga hari ini kita dapat meresmikan tiga SPPG sekaligus,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Ricky menyoroti pentingnya higienitas dan keamanan pangan dalam operasional SPPG. Ia bahkan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Haltim untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal.
Menurutnya, sejumlah daerah lain mulai menghadapi persoalan higienitas makanan dalam pelaksanaan program serupa. Pemerintah daerah berharap hal itu tidak terjadi di Halmahera Timur.
“Kami berharap dengan dukungan kuat dari Dinas Kesehatan, persoalan higienitas bisa diantisipasi. Tadi saya melihat sudah ada pembagian sertifikat pelatihan bagi staf SPPG. Dalam waktu dekat, Pak Bupati juga akan meminta Kadis Kesehatan membackup sertifikat higienitas, karena ini sangat penting untuk keberlangsungan SPPG,” jelasnya.
Ricky menegaskan program MBG tidak boleh dipandang negatif. Menurutnya, program tersebut memiliki peran strategis dalam menekan angka stunting, terutama melalui pemenuhan gizi anak sejak usia dini, mulai dari tingkat TK hingga SMA, dan ke depan menyasar ibu hamil serta ibu menyusui.
“Kita jangan terpengaruh dengan anggapan bahwa program MBG ini pemborosan. Justru ini program yang sangat strategis untuk menurunkan angka stunting hingga ke tingkat paling rendah. Manfaatnya sangat besar bagi generasi kita,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap operasional tiga SPPG tersebut dapat meningkatkan layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan serta memberi dampak nyata terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
===
Penulis: Wahono Side
Editor. : Tim Redaksi
