Pelayanan Ambulans Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Sebarkan:
WEDA - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Lelilef di Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, kesulitan merekrut pengemudi ambulans baru. Akibatnya, operasional armada penyelamat di kawasan lingkar tambang tersebut kerap bertumpu pada tenaga kesehatan yang merangkap tugas.

Kepala UPTD Puskesmas Lelilef, Asjuati Tawainela, mengungkapkan saat ini pihaknya hanya memiliki satu sopir ambulans. Padahal, puskesmas tersebut memiliki dua unit armada. Upaya menambah personel terganjal minimnya minat pelamar.

"Kami terus berupaya merekrut, tapi belum ada yang bersedia," ujar Asjuati, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Asjuati, kendala utama kelangkaan ini bukanlah anggaran, melainkan kompetensi pendapatan di wilayah industri. Posisi sopir ambulans merupakan tenaga alih daya (outsourcing) dengan gaji pokok Rp1,5 juta per bulan. Ditambah insentif dari dana jasa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya fluktuatif sesuai dana kapitasi bulanan, total penghasilan pengemudi sebenarnya berada di atas Rp2 juta per bulan.

Namun, nominal tersebut kalah memikat dibanding tawaran kesejahteraan dari perusahaan-perusahaan pertambangan di sekitar Weda Tengah. "Masyarakat lebih memilih menjadi karyawan perusahaan karena penghasilannya jauh lebih besar. Ini tantangan berat bagi kami," katanya.

Akibat krisis ini, para tenaga kesehatan terpaksa turun tangan di balik kemudi saat situasi darurat demi memastikan pelayanan tidak lumpuh.

"Jika ada rujukan darurat yang bersamaan, mau tidak mau perawat yang menyetir ambulans agar pelayanan tetap berjalan," tutur Asjuati.

Merespons kasak-kusuk dan asumsi liar yang beredar di masyarakat terkait pelayanan ambulans, Asjuati meminta publik tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak.

Ia mengimbau warga maupun media untuk melakukan konfirmasi langsung ke pihak puskesmas.

"Kami sangat terbuka untuk komunikasi dan klarifikasi. Jika ada masalah pelayanan, sebaiknya sampaikan langsung kepada kami agar mendapat penjelasan objektif sesuai kondisi di lapangan, bukan berdasarkan asumsi," pungkasnya. (Dir/Red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini