![]() |
| Kota Ternate. (Istimewa) |
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG,
episenter gempa berada pada koordinat 1,47° Lintang Utara dan 126,35° Bujur Timur. Lokasi gempa terletak di laut, sekitar 132 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara, dengan kedalaman 30 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada Lempeng Laut Maluku. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Di Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, dan Tomohon, intensitas gempa tercatat pada skala III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang melintas. Sementara di Ternate, gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI.
Hasil pemodelan BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 19.40 WIB, BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 3,0.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta untuk memastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi mobile resmi BMKG.*
