![]() |
| Korban saat dievakuasi ke Puskesmas Sagea. (Dir) |
Korban diidentifikasi berinisial AB, seorang perempuan berusia 20 tahun yang belum bekerja.
Penemuan ini bermula dari laporan dua anak kecil kepada dua ibu rumah tangga, F (41) dan YK (50), yang saat itu sedang memasak ikan di rumah.
"Dua anak kecil datang memberi tahu ada perempuan meninggal di pantai," kata seorang saksi dalam keterangannya kepada polisi.
Mendengar kabar tersebut, F dan YK bergegas menuju lokasi untuk memastikannya. Setibanya di pesisir Pantai Fritu, mereka menemukan korban sudah dalam kondisi terbujur kaku tak bernyawa. Kabar ini pun langsung menyebar cepat dan memicu kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian.
Mendapat laporan warga, personel Kepolisian Subsektor (Polsubsektor) Weda Utara langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Weda Utara Inspektur Dua Wahyudin Abd Rauf, didampingi Bripda Muh. Ranovan Rasidi dan Bripda Rihad Risno.
Usai olah TKP, polisi mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Sagea untuk pemeriksaan medis dan penanganan awal.
Kapolsubsektor Weda Utara IPDA Wahyudin Abd Rauf mengonfirmasi penemuan mayat tersebut. Menurutnya, kepolisian saat ini tengah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Benar, kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi. Saat ini kami masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ujar Wahyudin.
Wahyudin juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi liar sembari menunggu hasil penyelidikan resmi. Polisi memastikan situasi di sekitar lokasi kejadian saat ini tetap aman dan kondusif. (Dir)
