![]() |
| Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN)Kementerian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo saat berkunjung ke Boorth Kota Tidore Kepulauan. |
Expo yang digelar Kemendagri bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta ini diikuti 54 peserta dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, media nasional, hingga lembaga nirlaba.
Apresiasi Tinggi untuk Tidore
Saat meninjau booth Kota Tidore Kepulauan, Yusharto terlihat tersenyum bangga. Ia langsung memberi ucapan selamat.
“Selamat dulu nih, Tidore luar biasa,” ujarnya.
Menurut Yusharto, capaian inovasi Kota Tidore Kepulauan tahun ini meningkat signifikan. Ia bahkan telah melaporkan perkembangan tersebut kepada Penjabat Gubernur Maluku Utara.
“Saya sudah sampaikan ke Ibu Gubernur, meskipun Provinsi Maluku Utara tidak lolos, tapi Kota Tidore Kepulauan berhasil mewakili Maluku Utara,” ungkapnya.
Ia juga menilai booth Tidore tampil menonjol. “Bagus sekali, stand-nya beda dengan yang lain,” tambahnya.
Yusharto berpesan agar capaian inovasi tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Tidore Lolos 9 Besar Kota Terinovatif
Kepala Bapperida Kota Tidore Kepulauan, Saiful Bahri Latif, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas apresiasi Kemendagri.
Saiful menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Tidore menghasilkan 227 inovasi, yang mengantarkan daerah ini masuk 9 besar Kota Terinovatif Nasional. Bahkan di regional IV (Bali, NTT, NTB, Maluku), Tidore menjadi yang tertinggi.
“Transformasi inovasi yang luar biasa ini karena komitmen kuat Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Instruksi Wali Kota terkait Gerakan 200 Inovasi menjadi trigger utama lonjakan inovasi,” jelasnya.
Saiful menegaskan, capaian itu tak lepas dari kerja kolaboratif seluruh pihak.
“Kita bergotong royong membangun daerah dengan inovasi. Sesuai arahan Wali Kota, meskipun Tidore tanpa tambang, kita bisa membangun daerah dengan kinerja dan inovasi,” pungkasnya.*
====
Penulis: Aidar Salasa
Editor : Tim Redaksi
